RADARMAGELANG.ID - Mendaki gunung adalah hobi yang digemari oleh sebagian orang yang memiliki rasa kecintaan terhadap alam. Setiap tahunnya banyak orang mendaki gunung di berbagai daerah untuk menguji kemampuan dirinya, menikmati keindahan alam atau hanya sekedar mencari ketenangan. Fakta dibalik hobi ini adalah tersimpan sebuah risiko besar yakni tersesat, jatuh ke jurang, diserang hewan buas, atau yang paling familiar adalah hipotermia.
Kisah misteri kasus Kenji Iwamura dan sinyal SOS yang penuh misteri di Jepang, lebih tepatnya pada 24 Juli 1989 di Taman Nasional Daisetsuzan yang terletak di pusat Pulai Hokkaido, Jepang Utara. Dua orang laki laki yang berasal dari Tokyo mendaki gunung di jalur Gunung Kurodake menuju Gunung Asahidake saat mereka tersesat. Namun bukannya mengikuti jalur, mereka malah memilih untuk berbalik menuju selatan atau lebih tepatnya menuju Sungai Chub Tsugawa.
Kedua pria tersebut mulai merasa tersesat dan tidak kembali sesuai waktu yang ditentukan pos penjaga, polisi Hokkaido langsung mengirim helikopter untuk menyelamatkan mereka berdua. Area yang dilakukan pencarian sangatlah luas, selain itu jauhnya penyimpangan jalur yang dilakukan oleh mereka berdua membuat pencarian semakin sulit. Namun di tengah pencarian, polisi menemukan tanda SOS yang berada di atas tanah dan terbuat dari batang pohon birch yang berjumlah 19 batang dan masing masing panjangnya kisaran 5 meter.
Baca Juga: Konspirasi Mel’s Hole, Lubang Misterius Tanpa Ujung di Washington
Sekitar 2-3 kilometer ke arah utara dari tanda SOS helikopter berhasil turun dan menjemput kedua pria tersebut. Situasi tidak berubah tenang saat mereka ditemukan, namun malah berubah menjadi kondisi aneh yang membingungkan mereka semua. Saat diinterogasi oleh kepolisian, kedua pria yang tersesat ini diberi apresiasi atas usaha mereka dalam menanggulangi kondisi tersesat yakni dengan membuat tanda SOS di tengah hutan, mendengar cerita dan apresiasi dari kepolisian membuat kedua pria ini bingung dan sama sekali tidak mengerti apa yang dimaksud dengan sinyal SOS yang dibicarakan oleh kepolisian. Saat diperlihatkan dari atas helikopter, kedua pria tersebut mengatakan dirinya tidak pernah membuat atau melihat sinyal SOS. Pernyataan dari kedua pria ini membuat kepolisian keheranan dan terpukul sangat keras karena jika bukan mereka berdua yang membuat sinyal SOS maka terdapat pendaki lain yang masih dalam kondisi hilang.
Keesokan harinya pada 25 Juli 1980, operasi pencarian kembali dilakukan oleh kepolisian, sinyal SOS berada sekitar 4 kilometer dari puncak Gunung Asahidake. Saat dilakukan pencarian di sekitaran sinyal SOS, ditemukan fragmen tulang manusia dan menunjukan tanda bekas gigitan hewan serta beberapa tulang terlihat patah. Selain itu di dekat sinyal SOS ditemukan sebuah lubang yang menyimpan sebuah ransel terbengkalai, di dalamnya terdapat kaset, tape recorder, perhiasan, tripod, sepasang sepatu basket, dua kamera dan satu buku catatan, selain itu juga terdapat tengkorak manusia dan sebuah surat ijin mengemudi seorang pria bernama Kenji Iwamura.
Setelah diselidiki, diketahui bahwa Kenji telah hilang lima tahun yang lalu yakni pada 10 Juli 1984. Alarm di pos penjaga telah berbunyi pada saat itu namun saat pencarian dilakukan tidak membuahkan hasil. Polisi kemudian menyimpulkan tengkorak ini milik Kenji, tengkorak lalu dikirim ke Universitas Kedokteran Asahikawa dan pemeriksa medis disana melakukan penyelidikan ulang yang kemudian membuat kejanggalan kembali muncul dikarenakan ternyata tengkorak dan sisa sisa tulang tersebut adalah milik seorang perempuan berusia sekitar 20-40 tahun. Kepolisian membuka kembali penyelidikan dengan memutar semua kaset kaset yang ditemukan dengan harapan menemukan bukti lain, di salah satu kaset ditemukan sebuah rekaman yang berdurasi 2 menit 17 detik yang berbunyi : “SOS tolong aku, aku tidak bisa bergerak di tebing, SOS tolong aku. Tempat itu adalah tempat pertama saya bertemu helikopter, SASA (sejenis tanaman bambu) itu di dalam dan tidak bisa dinaiki, angkat saya dari sini”
Baca Juga: Konspirasi Kartun The Simpsons, Meramal Masa Depan Atau Hanya Kebetulan?
Para petugas kemudian berkomunikasi dengan Badan Kehutanan Jepang dan Otoritas Geografis Jepang. Kedua badan ini diminta memeriksa data peta topografi dan menemukan foto yang mengkonfirmasi bahwa tanda SOS sudah ada sejak 20 September 1987 atau 2 tahun lalu. Semua penyelidikan hampir usai namun petugas kepolisian masih harus menjelaskan sisa sisa tulang manusia yang ditemukan, dengan bukti yang menyatakan bahwa tulang ini milik seorang perempuan bukan laki laki bernama Kenji Iwamura. Penyidik pun meyakini jika tulang tulang ini milik lebih dari satu orang sehingga total korban hilang adalah dua pria dan seorang perempuan. Namun bukti yang ditemukan hanyalah barang barang milik Kenji dan tidak ada tanda tanda barang wanita.
Akhirnya pada 28 Februari polisi melakukan penyelidikan ulang terhadap tulang tulang tersebut, dan polisi yakin kerangka ini milik seorang pria dan korban tidaklah lebih dari 1 orang sehingga diidentifikasi bahwa tulang ini milik Kenji Iwamura yang meninggal di lereng gunung dan kasus ini dinyatakan hampir selesai. Namun banyak pihak yang kurang puas dengan penyelidikan, masih banyak pertanyaan yang perlu dijawab hingga hari ini. Kekhawatiran utama adalah perihal sinyal SOS. Huruf SOS yang dibuat menggunakan batang pohon birch yang sangat besar dan berat sehingga diperkirakan perlu dua hari dan usaha besar untuk membuat tanda SOS tersebut. Dengan hasil identifikasi bahwa Kenji Iwamura merupakan korban satu satunya yang ada di gunung itu dirasa mustahil mampu membuat tanda SOS dengan batang pohon besar dan berat, selain itu di lokasi sinyal SOS juga tidak ditemukan kapak atau alat potong yang digunakan untuk menumbangkan pohon dan tulang tulang yang ditemukan ditemukan luka retak yang memungkinkan korban terjatuh dari ketinggian dan tidak mungkin dapat bergerak dengan normal.
Misteri terakhir adalah perihal suara di dalam rekaman yang ditemukan, suara ini dispekulasikan sebagai alat komunikasi oleh korban apabila dirinya ditemukan karena fisiknya yang terlalu lemah dan tidak dapat berbicara lancar sehingga apabila ada penyelamat datang, dirinya akan memutar rekaman tersebut. Polisi yakin bahwa suara dalam rekaman ini adalah suara Kenji, namun saat orang tua Kenji didatangkan, mereka berdua tidak dapat meyakini dan mengkonfirmasi apabila ini adalah suara Kenji Iwamura.
Hingga saat ini sayangnya seluruh pihak yang melakukan penyelidikan tidak pernah tahu secara pasti apa yang sebenarnya terjadi, apakah Kenji Iwamura menghilang sendirian? apakah menghilangnya Kenji diakibatkan kecelakan?, siapa yang membuat sinyal SOS? siapa kerangka wanita yang berada di sekitar ransel Kenji Iwamura? siapa sosok dibalik suara rekaman di dalam ransel Kenji?, semua pertanyaan ini masih menjadi misteri hingga saat ini namun jawaban yang cukup logis sementara ini adalah Kenji Iwamura mendaki gunung sendirian dan meninggal karena tersesat. (mg5)
Editor : H. Arif Riyanto