Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Kenali Istilah Lavender Marriage, Pernikahan Semu yang Kembali Jadi Sorotan Publik

Magang Radar Magelang • Kamis, 18 September 2025 - 04:19 WIB
Ilustrasi pernikahan lavender
Ilustrasi pernikahan lavender

RADARMAGELANG.ID - Fenomena lavender marriage sempat ramai diperbincangkan di media sosial beberapa waktu lalu. Istilah ini mencuri perhatian publik menyingkap praktik pernikahan yang tidak semata-mata didasari rasa cinta, melainkan juga strategi menjaga citra dan identitas. Fenomena yang telah berlangsung sejak lama, terutama di kalangan figur publik, kini kembali relevan seiring meningkatnya wacana tentang orientasi seksual, norma sosial, dan kebebasan individu dalam menentukan arah hidup.

Secara sederhana, lavender marriage adalah pernikahan antara pria dan wanita yang dilakukan bukan karena hubungan romantis, melainkan untuk menutupi orientasi seksual salah satu atau keduanya.

Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru. Lavender marriage telah tercatat sejak awal abad ke-20. Sebelum Perang Dunia II, praktik ini cukup umum terjadi, khususnya di kalangan artis Hollywood pada era 1920-an. Pada masa itu, banyak figur publik, khususnya aktor dan aktris yang memilih menjalani pernikahan semacam ini demi menjaga reputasi dan karier mereka.

Istilah “lavender” dipilih karena warna ungu kerap diasosiasikan dengan komunitas LGBTQ+ sebagai simbol orientasi seksual, sehingga pernikahan lavender merujuk pada pernikahan pasangan heteroseksual.

Dr. Jefry Tribowo, Sp.And dalam akun media sosial tiktoknya @jefryat menyebutkan, jika ada seorang pria yang sebetulnya orientasi seksualnya dia adalah homoseksual, tapi dia memutuskan untuk menikahi seorang wanita karena tuntutan dari keluarganya istilahnya ini dikenal dengan lavender marriage. Dimana seorang pria untuk menutupi orientasi seksualnya dia menikahi lawan jenis padahal tidak tertaik sama sekali.

Pernikahan lavender tidak muncul begitu saja, melainkan terbentuk dari berbagai faktor sosial, budaya, dan pribadi. Beberapa kondisi yang membuatnya mungkin terjadi antara lain:

  1. Tekanan Sosial dan Budaya
    Dalam konservatif masyarakat, menikah dengan lawan jenis sering dianggap sebagai kewajiban atau tolok ukur “normalitas.” Tekanan ini mendorong individu untuk memilih pernikahan semu agar tetap diterima.
  2. Tuntutan Keluarga
    Banyak keluarga, terutama yang memegang nilai tradisional yang kuat, menuntut anak mereka untuk segera menikah dan membentuk keluarga. Pernikahan lavender menjadi kompromi untuk memenuhi ekspektasi tersebut.
  3. Citra dan Karier
    Bagi tokoh masyarakat seperti politisi, artis, atau tokoh masyarakat, orientasi seksual yang berbeda-beda sering dianggap ancaman terhadap reputasi dan karier. Pernikahan heteroseksual palsu dijadikan tameng untuk mempertahankan citra.

Pilihan untuk menjalani pernikahan lavender membawa dampak baik secara pribadi maupun sosial. Meski dapat memberikan perlindungan sementara dari tekanan lingkungan, pernikahan semu ini kerap harus dibayar dengan pengorbanan pada kehidupan pribadi dan kestabilan emosional

Menurut Jefry, konsekuensi paling buruk justru dialami oleh pasanganya sendiri, karena tidak akan memperoleh kasih sayang yang utuh maupun fungsi seksual yang baik, mengingat sang pria tidak memiliki ketertarikan dengan lawan jenis.

Selain itu, ada beberapa dampak lain yang bisa muncul seperti kehidupan rumah tangga yang rapuh, mengorbankan kebahagiaan, tekanan psikologis serta kehilangan kebebasan pribadi.

Fenomena sosial yang penuh dilema ini akhirnya dituangkan ke dalam karya sinema melalui film Lavender Marriage, karya sutradara Razka Robby Ertanto. Film yang akan segera tayang di Jakarta World Cinema 2025 pada 2 Oktober mendatang ini menceritakan kisah pasangan yang terikat dalam pernikahan bukan karena cinta, melainkan karena kebutuhan akan “kesempurnaan” di mata orang lain. (mg6)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#lavender #Lavender Marriage #lgbt #pernikahan #pernikahan lavender