Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Menjadi Walikota Muslim Pertama, Zohran Mamdani Ukir Sejarah Baru New York

Magang Radar Magelang • Rabu, 12 November 2025 | 03:46 WIB

Zohran Mamdani terpilih menjadi walikota New York pada 4 September 2025
Zohran Mamdani terpilih menjadi walikota New York pada 4 September 2025

RADARMAGELANG.ID - Pemilihan walikota New York tengah menjadi perbincangan menarik belakangan ini. Pasalnya pada pemilihan tahun ini, kandidat yang terpilih sebagai walikota untuk pertama kalinya adalah seorang muslim. Keunggulannya dalam perolehan suara pemilihan wali kota tentu menjadi simbol dan momen penting bagi para kaum progresif dan perubahan besar di lingkup politik pada kota tersebut.


Zohran Mamdani, seorang anggota parlemen Negara Bagian New York berusia 34 tahun ini awalnya dianggap sebagai kandidat yang kurang kuat dan tidak cukup dikenal banyak orang. Namun pada hasil pemilu pada Selasa (4/11) ia mengungguli kandidat suara lainnya sebagai peringkat pertama dengan 50,4 persen suara dukungan. Dengan begitu Zohran Mamdani akan menjabat sebagai Walikota New York menggantikan Eric Adams. Kemenangan ini bukan hanya mengukir sejarah sebagai walikota islam pertama, melainkan juga sebagai walikota pertama berdarah Asia Selatan, Walikota pertama yang lahir di Afrika, dan walikota termuda di Kota New York sejak satu abad terakhir.


Dibalik kesuksesan dan kemenangannya sebagai calon walikota, mari kita mengenal lebih jauh siapa itu sosok Zohran Mamdani


Mamdani merupakan pria kelahiran Kampala, Uganda namun pada usianya yang ketujuh bersama dengan orang tuanya ia pindah ke New York. Mamdani menempuh pendidikan di Bronx High School of Science sebelum akhirnya meraih gelar pada bidang Kajian Afrika dari Bowdoin College dan di kampus, Mamdani membentuk sebuah cabang Students for Justice in Palestine.
Pada kampanyenya saat pencalonan walikota New York, Mamdani percaya diri dengan secara terbuka menampilkan latar belakangnya yang beragam. Dirinya sempat mengunggah video kampanye dan pada video tersebut bahasa yang digunakan merupakan bahasa Urdu, diselingi klip film Bollywood. Pada video lain pula Mamdani terlihat berbicara menggunakan bahasa Spanyol. Dari sisi keluarga, Mamdani memiliki istri bernama Rama Duwaji yang merupakan seorang seniman asal Suriah berusia 27 tahun dan tinggal di Brooklyn. Ibu Mamdani, Mira Nair merupakan seorang sutradara film ternama dan ayahnya, Profesor Mahmood Mamdani merupakan seorang pengajar di Columbia University.


Mamdani menampilkan citranya terhadap publik sebagai kandidat dari rakyat dan seorang organisator. Ia sempat menekuni dunia film, rap, dan menulis, namun secara keseluruhan dirinya menekankan jika kemampuannya terfokus pada pengelolaan. Sebelum akhirnya terjun di dunia politik, Mamdani merupakan seorang konselor perumahan. Pada karirnya ini dirinya membantu para pemilik rumah dengan penghasilan yang rendah di Queens melawan penggusuran. Pada kampanyenya juga ia sangat mengedepankan identitasnya sebagai seorang muslim dengan rutin mengunjungi masjid masjid dan merilis beberapa video berbahasa Urdu membahas krisis biaya hidup di Kota New York.


Saat terjun di dunia politik, Mamdani memiliki keinginan untuk membuat Kota termahal di Amerika Serikat, New York menjadi kota yang lebih terjangkau bagi para warganya. Dirinya juga membuka mata publik dengan mengingatkan bahwa terdapat sekitar 500.000 anak di Kota New York yang tidur dalam keadaan lapar setiap malamnya. Selain itu terdapat pula proposal Mamdani sebelum nanti menjadi walikota New York yaitu ingin membuat layanan bus gratis di seluruh kota, membekukan sewa dan akuntabilitas secara lebih ketat bagi pemilik tanah yang lalai, jaringan toko kelontong kota yang harus fokus pada harga yang terjangkau, membuat layanan penitipan anak usia enam minggu hingga lima tahun, dan meningkatkan tiga kali lipat produksi perumahan dengan harga sewa stabil dan dibangun serikat pekerja.


Selain itu Mamdani juga berencana untuk merombak total gedung walikota dalam rangka meminta pertanggungjawaban pemilik properti. apabila terpilih dirinya juga ingin memperluas perumahan namun dengan harga terjangkau dan permanen. Pada kampanyenya, Mamdani menjelaskan kebijakannya ini dengan gestur dan visual yang menarik. Ia menceburkan diri ke Samudra Atlantik untuk membuat kesan dramatis tentang isu pembekuan sewa. Ia juga berbuka puasa dengan burrito di kereta bawah tanah untuk meninjau masalah ketahanan pangan. Namun meski Mamdani berkeinginan kuat untuk membuat Kota New York menjadi lebih terjangkau dengan berbagai keinginannya dan programnya, para kritikus tidak senang dan meragukan janji janjinya tersebut. (mg5)

Editor : H. Arif Riyanto
#amerika serikat #2025 #new york #walikota #politik #Zohran Kwame Mamdani #muslim #pemilu