Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Rivew Film Horor Indonesia "Getih Ireng", Adaptasi Thread Jeropoint yang Hadirkan Teror Penuh Darah dan Emosi

Magang Radar Magelang • Selasa, 21 Oktober 2025 | 02:17 WIB
Poster film horor berjudul Getih Ireng yang diangkat dari thread tersadis oleh @jeropoint.
Poster film horor berjudul Getih Ireng yang diangkat dari thread tersadis oleh @jeropoint.

RADARMAGELANG.ID - Bagi para pecinta film horor Indonesia, bersiaplah untuk menyambut kisah mencekam terbaru dari Hitmaker Studios berjudul "Getih Ireng". Film ini akan menguji nyali sekaligus menggerakkan emosi penonton melalui cerita menyeramkan yang diadaptasi dari thread horor @Jeropoint di media sosial. Dibintangi oleh Titi Kamal, Darius Sinathrya, dan Sara Wijayanto, "Getih Ireng" menghadirkan perpaduan antara drama keluarga dan teror mistis yang dipenuhi darah, kutukan, serta rahasia masa lalu yang kelam.

Disutradarai oleh Tommy Dewo dan diproduseri oleh Rocky Soraya. Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 Oktober 2025, memberikan pengalaman horor yang menegangkan sekaligus emosional bagi para penontonnya.

Film Getih Ireng mulanya menceritakan kisah pasangan suami istri, Rina dan Pram, yang telah lama menantikan kehadiran seorang anak. Namun, kebahagiaan mereka perlahan berubah menjadi duka ketika Rina mengalami keguguran berulang kali tanpa penjelasan medis yang masuk akal.

Gangguan demi gangguan mulai menghantui rumah mereka setiap malam, dari suara tangisan bayi, munculnya darah secara misterius, hingga kondisi tubuh Rina yang semakin melemah tanpa sebab Pram mencoba mencari jawaban secara logis dengan bantuan medis dan spiritual, namun semua usaha selalu berujung buntu.

Sementara itu, Rina mulai yakin bahwa mereka sedang menjadi korban kutukan kuno bernama Getih Ireng. Konon, kutukan ini berasal dari praktik ilmu hitam yang bertujuan untuk darah seseorang dan dapat menghancurkan garis keturunannya.

Kekuatan jahat yang diyakini muncul akibat balas dendam lama yang berkaitan dengan masa lalu keluarga Pram, yang perlahan terungkap seiring berjalannya waktu.

Film Getih Ireng menawarkan pengalaman menonton yang lebih dari sekedar cerita kutukan.

  1. Opening Film yang Misterius dan Mencekam
    Sejak menit awal, Getih Ireng berhasil memancing rasa penasaran penonton dengan menciptakan suasana mencekam dan misterius tanpa harus menggunakan jumpscare berlebihan.
  2. Visual Jin yang Totalitas
    Desain makhluk halus di Getih Ireng patut diacungi jempol. Wujud "jin" atau "demit" yang muncul terlihat menjijikkan tapi tetap realistis. Membuat penonton terasa tidak nyaman, bukan karena visual yang vulgar, tapi karena detailnya begitu nyata. Efeknya bikin merinding, kadang geli, bahkan membuat beberapa orang refleks menutup mata karena jumpscare nya yang ngeri.
  3. Akting dan Karakter
    Akting para pemain berhasil memperkuat suasana sekaligus memperdalam kekuatan cerita. Setiap karakter berhasil membawakan emosi yang kuat dan meyakinkan, membuat ekspresi serta perasaan mereka terasa hidup hingga menembus layar. Selain Titi Kamal dan Darius Sinathrya, film ini juga menampilkan para pemain berpengalaman seperti Sara Wijayanto, Nungki Kusumastuti, dan Ivonne Dahler, yang kehadirannya menambah nuansa spiritual dan atmosfer mistis di setiap adegan.
  4. Jalan cerita yang menarik.
    Alur cerita Getih Ireng tersusun rapi dan penuh kejutan. Setiap konflik menghadirkan misteri baru yang membuat penonton terus menebak siapa pelaku di balik teror tersebut. Ceritanya padat, berlapis, dan setiap penyelesaian justru membuka rahasia baru yang semakin menegangkan, membuat film ini menarik dari awal hingga akhir.
  5. Sinematografi
    Detail rumah, kostum, dan warna visual sukses bangun suasana tahun 90-an yang autentik. Pergerakan kamera, efek suara, hingga koreografi adegan berpadu harmonis, menciptakan suasana tegang yang terus meningkat dan membuat penonton larut dalam suasana mencekamnya.

Dengan durasi 106 menit dan kualifikasi usia D17, Getih Ireng menampilkan adegan sadis dan horor yang intens. Namun, dibalik teror dan darah, film ini juga menyelipkan makna mendalam tentang trauma, kehilangan, serta kekuatan cinta antara suami dan istri dalam menghadapi kegelapan. (mg6)

Editor : H. Arif Riyanto
#Film Getih Ireng #film horor indonesia #film horor #Jeropoint #Getih Ireng #sara wijayanto #darius sinathrya #Hitmaker Studios #titi kamal