Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Kisah Misteri D.B Cooper, Pembajakan Pesawat Fenomenal di Amerika

Magang Radar Magelang • Minggu, 19 Oktober 2025 | 01:50 WIB

Ilustrasi wajah D.B Cooper berdasarkan deskripsi yang diberikan oleh para saksi mata dan kabin kru pesawat dan dilukis oleh seniman lalu disebarkan oleh FBI
Ilustrasi wajah D.B Cooper berdasarkan deskripsi yang diberikan oleh para saksi mata dan kabin kru pesawat dan dilukis oleh seniman lalu disebarkan oleh FBI

RADAR MAGELANG.ID - Malam saat perayaan Thanksgiving tahun 1971 menjadi saksi dari peristiwa misterius yang sulit dipecahkan hingga saat ini. Seorang pria yang menaiki sebuah pesawat dan membajaknya, menuntut uang tebusan lalu melompat keluar pesawat dan menghilang tanpa jejak.

Berikut ini kisah misteri D.B Cooper, sosok dibalik pembajakan pesawat Northwest Orient Airlines 72, Washington, Amerika Serikat.

Kisah dimulai pada 24 November 1971 tepat sebelum perayaan Thanksgiving, seorang pria membeli tiket penerbangan Northwest Orient Airlines 72 dengan nama Dan Cooper, ia menaiki pesawat Boeing 727 yang terbang dari Portland menuju Seattle. Ciri ciri fisiknya yaitu berpenampilan sangat rapi, ia mengenakan jas dengan warna gelap, dasi hitam, kemeja putih, dan berkacamata hitam. Di dalam pesawat, dirinya duduk di kursi dengan nomor 18c, ia memesan Whisky Bourbon dengan segelas soda dan terlihat bersantai seperti pria pebisnis pada umumnya.

Beberapa saat setelah pesawat lepas landas, dirinya memanggil salah satu pramugari bernama Florence Schaffner, dan memberinya sebuah kertas sambil berbisik “sebaiknya anda membacanya karena saya membawa sebuah bom.” Lalu pramugari itu membacanya, ternyata di dalam surat tersebut D.B Cooper meminta uang tebusan 200 ribu dollar dalam pecahan 20 dollar, 4 parasut, dan truk bahan bakar disiapkan di seattle. Cooper lalu membuka koper hitam di sampingnya, dan memperlihatkan bom yang ada di kopernya.

Pilot William A. Scott kemudian diberi tahu perihal ini, pihak maskapai, pemerintah, hingga FBI turut terlibat dan memutuskan untuk menuruti keinginan D.B Cooper demi keselamatan. Pesawat kemudian terus terbang menuju Seattle, di dalam kabin seluruh penumpang tidak sadar bahwa pesawat yang mereka tumpangi sedang dibajak dikarenakan ketenangan yang dilakukan oleh D.B Cooper. Pada pukul 17.39 menit, pesawat mendarat di Seattle, Cooper meminta agar lampu kabin dimatikan agar polisi tidak menembak dari luar, setelah uang dan parasut diberikan, Cooper membebaskan total 36 penumpang, dan hanya 4 awak yang tetap bersamanya yakni pilot, co-pilot dan 2 pramugari.

Setelah seluruh penumpang turun, Cooper meminta pilot untuk menerbangkan kembali pesawatnya, tujuannya ke Mexico. Namun ada syarat yang harus dipenuhi yakni pesawat harus terbang dengan ketinggian rendah 3000 meter dan kecepatan 300 kilometer per jam. Ia juga meminta agar pintu tangga belakang tetap dibuka saat pesawat terbang. Pesawat kemudian terbang kembali dengan kondisi kabin yang hening, sekitar pukul 20.00 di atas kawasan hutan belantara yang terpencil dengan kondisi hujan yang sangat deras.

D.B Cooper membuka pintu belakang pesawat, mengenakan parasut, dan membawa uang tebusan yang ia minta lalu melompat keluar ditengah kegelapan dan hujan deras. Pesawat lalu mendarat darurat di Kota Reno, Nevada pada pukul 22.15, agen FBI yang sudah menunggu di bandara langsung menyerbu masuk ke dalam pesawat namun D.B Cooper sudah hilang.

Pemerintah Amerika Serikat langsung mengadakan penyelidikan besar besaran bernama operasi Norjak (Northwest Hijacking). Ratusan FBI, polisi bahkan militer turun tangan dengan menyisir kawasan hutan lebat di wilayah perbatasan negara bagian Washington dan Oregon. FBI juga memeriksa uang seri tebusan dengan rencana untuk melacaknya dalam transaksi. Veteran militer, mantan pilot, dan para kriminal yang memiliki pengalaman terjun payung menjadi sasaran investigasi pertama namun semuanya berujung buntu seolah D.B Cooper benar benar lenyap dari dunia.

Konspirasi banyak bermunculan, mulai dari konspirasi jika D.B Cooper merupakan orang dalam maskapai, hingga agen pemerintah yang sedang menjalankan misi rahasia. Setelah fenomena ini, banyak nama yang muncul sebagai tersangka, diantaranya Richard McCoy Jr, dirinya adalah seorang mantan militer yang melakukan pembajakan pesawat beberapa bulan setelah kejadian dan sangat mirip dengan apa yang dilakukan D.B Cooper. Namun tidak ada bukti yang kuat sehingga ia dinyatakan tidak bersalah. beberapa nama lain yang sempat menjadi tersangka diantaranya adalah Kenneth Christiansen, seorang veteran penerjun payung yang dicurigai oleh saudaranya, William Pratt Gosset, seorang veteran tentara yang diklaim memiliki kunci kotak deposit berisi uang tebusan, dan Duane L. Weber, seorang veteran Perang Dunia II dengan catatan kriminal. Namun semua nama ini hanyalah asumsi tanpa bukti yang membuat beberapa tersangka tersebut belum bisa dinyatakan benar atau bersalah.

Kemudian pada 1980, seorang anak kecil laki laki bernama Brian Ingram menemukan 3 bundle uang tunai rusak dengan nominal 5800 Dollar di tepi sungai Kolombia.  Nomor serinya ternyata cocok dengan uang tebusan yang diberikan D.B Cooper, bukannya menjadi bukti kuat hal ini malah menambah teka teki dan pertanyaan terhadap kasus ini. Temuan ini membuat kasus ini semakin rumit yakni kemana uang sisanya dan apakah D.B Cooper selamat atau tidak kembali dipertanyakan.

Pada 2016 FBI menutup penyelidikan terhadap kasus ini, D.B Cooper tetap menjadi nama yang tidak pernah diketahui identitasnya, dan kasus pembajakan pesawat Boeing 727 dalam penerbangan Northwest Orient Airlines 72  masih menjadi misteri yang tidak terpecahkan, kisahnya abadi dalam buku, film, dan perbincangan seluruh masyarakat sebagai teori konspirasi. (mg5)

Editor : H. Arif Riyanto
#amerika serikat #pesawat #pilot #Pembajakan #pramugari #FBI Amerika Serikat #misteri #db cooper #airlines