RADARMAGELANG.ID--Sebagaimana yang kita ketahui, Paus Fransiskus yang merupakan pemimpin tertinggi gereja Katolik ke-266 sejak 2013, dinyatakan wafat pada Senin (21/4/2025).
Proses yang dilakukan untuk memastikan seorang paus telah wafat dan proses lain yang mengikuti sepeninggalnya tidaklah singkat.
Lantas apa yang terjadi sesaat setelah Paus dinyatakan wafat?
Ketika seorang Paus wafat, Gereja Katolik memasuki masa yang disebut Sede Vacante, yaitu periode kekosongan Tahta Suci.
Ini adalah masa transisi yang penuh tradisi dan simbolisme.
Tidak hanya menjadi momen berkabung bagi umat Katolik di seluruh dunia, tapi juga awal dari proses pemilihan pemimpin baru bagi gereja Katolik sedunia.
Kematian Paus diumumkan secara resmi oleh Camerlengo, seorang pejabat tinggi Vatikan, yang sebelumnya telah mengetuk dahi Paus tiga kali sambil memanggil nama baptisnya untuk memastikan sang Paus tidak lagi menjawab alias meninggal.
Bel besar di Basilika Santo Petrus juga dibunyikan dengan ritme yang lambat sebagai simbol duka.
Setelah itu, cincin “Fisherman's Ring” yang dikenakan Paus, sebuah simbol jabatan sekaligus stempel resmi dokumen negara Vatikan dihancurkan agar tidak disalahgunakan.
Jenazah Paus kemudian disemayamkan di Kapel Clementine atau Basilika Santo Petrus, dan umat diberi kesempatan memberi penghormatan terakhir.
Upacara pemakaman biasanya dilangsungkan dalam beberapa hari dan dilakukan dengan sangat khidmat.
Secara tradisi, Paus dimakamkan dalam tiga peti berlapis, yaitu peti dari kayu cemara, peti timah, dan peti kayu oak.
Namun, Paus Fransiskus pernah menyatakan keinginannya untuk upacara yang lebih sederhana dengan hanya satu peti kayu.
Setelah pemakaman, Vatikan mengadakan Novemdiales, yaitu sembilan hari berkabung untuk mendoakan arwah Paus.
Selanjutnya, para kardinal dari seluruh dunia berkumpul dalam Konklaf di Kapel Sistina.
Mereka yang berusia di bawah 80 tahun memiliki hak suara untuk memilih Paus baru melalui pemungutan suara rahasia.
Asap hitam dari cerobong kapel menandakan belum ada yang terpilih, sementara asap putih menandakan bahwa Paus baru telah terpilih.
Begitu Paus baru terpilih dan siap menerima tugasnya, ia memilih nama kepausan dan diperkenalkan kepada publik dengan pengumuman “Habemus Papam!” yang artinya “kita memiliki Paus!” dari atas balkon Basilika Santo Petrus.
Ini menandai awal babak baru dalam kepemimpinan Gereja Katolik. (mg4/aro)
Editor : H. Arif Riyanto