RADARMAGELANG.ID—Sosok Gunawan Sadbor viral di media sosial setelah ditangkap polisi.
Gunawan merupakan warga Kampung Babakan Baru RT 05 RW 09, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Ia mulanya berprofesi sebagai tukang jahit keliling di Jakarta.
Bermula saat pandemi Covid 19.
“Nah (saya) kan sudah ada di Jakarta lagi (kerja) jahit keliling. Pas lagi jahit keliling, Sadbor sambil live ada yang ngasih mawar, ngasih koin juga," kata Gunawan.
Awalnya, Gunawan tak tahu bahwa koin saweran bernilai rupiah.
Ia kaget saat melihat saldo di akun TikTok-nya bertambah menjadi Rp60 ribu. Lantas, Gunawan berinisiatif joget challenge di akun TikTok-nya
“Terus joget-joget challenge, guling-guling, mandi lumpur pun sempat, apa aja gaskeun. Apapun jadi host ya mau dikenal banyak orang," ujarnya.
Setiap hari, Gunawan menghabiskan waktu live di TikTok selama empat jam. Hasilnya, ia bisa mengantongi cuan Rp300 ribu sampai Rp400 ribu.
"Sekarang kan banyakan, bawa orang bawa rejeki juga ada Rp3 juta, ada Rp4 juta, tergantung lah kita bagi-bagi.”
Gunawan Sadbor pun menemukan tarian yang menjadi ciri khasnya, 'Joget Sadbor'.
Atau disebut juga 'Joget Ayam Patuk'.
Tarian cukup enerjik.
Karena mengekspresikan emosi yang campur aduk, antara semangat dan kesedihan.
Dari situlah, Joget Sadbor kali pertama nongol di video.
Pengunggahnya, konten creator asal Sukabumi, Jawa Barat, berakun @sadbor86.
Saat ini, akun dimaksud disukai 8,9 juta.
Juga berhasil mendapatkan pengikut sebanyak 690 ribu.
Viralnya Joget Sadbor lantas ditiru warga lain.
Warga yang awalnya bertani atau korban PHK, pedagang keliling, maupun pengangguran, ikut live TikTok ala Sadbor.
Dari hasil live di akun TikTok-nya itu, Gunawan mengambil keuntungan 20 persen.
Sisanya dibagi rata.
Toh, Gunawan menyadari bahwa aktivitas live TikTok berharap saweran itu, tidaklah menjanjikan.
Tak sedikit netizen yang menghujat.
Toh, Gunawan menanggapinya secara dingin.
Gunawan Sadbor berpesan “Untuk teman-teman semuanya, jangan terlalu mengharapkan di TikTok karena TikTok itu tidak akan selamanya indah, tidak akan selamanya ramai, tidak akan selamanya di atas," tutupnya.
Kini, pasca Gunawan Sadbor ditangkap polisi karena tuduhan mempromosikan judi online, Kampung Babakan Baru, Desa Bojongkembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menjadi sepi.
Kampung yang biasanya 24 jam ramai warganya melakukan live TikTok kini mendadak senyap.
Kondisi ini terjadi pasca Gunawan ditangkap polisi pada Kamis (31/10/2024) lalu.
Padahal sehari-hari, kampung Babakan Baru ramai aktivitas warga yang joget live hingga 24 jam.
Warga berharap saweran dari penonton live TikTok mereka.
Kampung Babakan Baru terpantau sepi.
Sejumlah warga kembali beraktivitas tani, tidak lagi joget-joget ala sadbor.
Diperoleh keterangan, Sadbor alias Gunawan diduga menerima saweran atau gift dari pengikutnya yang diduga mempromosikan situs judi online.
Polisi masih memeriksa Sadbor dan timnya terkait dugaan tersebut.
Kepada awak media, Gunawan Sadbor menyampaikan bahwa kontennya tak terafiliasi situs judi mana pun.
Sebagai streamer, Gunawan Sadbor dan tim kesulitan mengontrol siapa yang menonton atau memberikan saweran secara online.
Gunawan Sadbor dalam video klarifikasi yang beredar menyampaikan, "Jadi sabdor mau klarifikasi ini, itu tidak benar dan banyak sekali yang masuk ke live-live sadbor dan kawan-kawan sadbor dengan tidak terkontrolnya mereka masuk karena akun-akun mereka itu banyak banget yang masuk ke live-live sadbor dan karyawan-karyawan sadbor dengan tidak terkontrolnya bahwa mereka itu adalah judoy. (*)
Editor : H. Arif Riyanto