RADARMAGELANG.ID, Mungkid-- Aksi penganiayaan dan pemalakan menimpa sejumlah santri Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasy’in, Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Minggu (13/10/2024).
Pelakunya dua orang yang mengendarai sepeda motor.
Aksi tersebut sempat terekam CCTV di lokasi kejadian.
Ahmad Munawa, 18, salah satu korban penganiayaan mengatakan, awalnya dirinya bersama teman lainnya sedang mendapatkan sif untuk jaga malam.
Sekitar pukul 03.30, tiba-tiba datang pengendara motor berboncengan dari arah selatan pondok pesantren.
“Mereka berhenti di depan kita. Awalnya saya kira mau ikut nongkrong. Meski kedua orang itu terlihat asing, kita tetap mencoba ramah,” katanya.
Namun tiba-tiba kedua orang itu malah marah-marah. “Kenapa kau senyum-senyum? Enggak terima po?” kata pelaku seperti ditirukan Ahmad Munawa.
Setelah itu, salah satu pelaku yang turun dari motor menendang para santri.
Sedangkan pelaku satunya masih duduk di atas motor.
Ahmad mengaku mendapatkan tendangan di bagian kepala dan tangan.
Pelaku sempat meminta uang untuk membeli minuman keras.
“Yang nendang sempat minta uang, tapi tidak kami beri,” ucapnya.
Setelah itu, kedua pelaku meninggalkan lokasi.
“Ada empat orang yang dihajar. Saya kena kepala, lengan kiri, dengkul, dan kaki. Sekarang masih nyeri di kepala dan lengan,” imbuh santri asal Cirebon, Jawa Barat itu.
Kejadian itu pun ditangani aparat Polsek Tegalrejo.
Dari hasil penyelidikan, kedua pelaku diketahui berinisial AM, 20, warga Tegalrejo, dan RKA, 22, warga Klaten.
Kapolsek Tegalrejo AKP Zubaidah menyampaikan, dari kedua pelaku ini, yang melakukan penendangan adalah RKA.
Kedua pelaku saat ini sudah berhasil diamankan, dan pengusutan perkara akan ditangani aparat Polresta Magelang.
Zubaidah membenarkan kedua pelaku dihajar massa. Namun dia tidak membeberkan lokasi mereka menjadi amukan warga.
“Saat diserahkan ke polsek, dua pelaku sudah dalam keadaan luka di kepala dan hidung,” bebernya di pondok pesantren. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto