Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Inilah Klarifikasi Siswi MAN 1 Gorontalo yang Terlibat Video Syur, Terpaksa Jadi Budak Seks Gurunya

H. Arif Riyanto • Selasa, 1 Oktober 2024 | 03:59 WIB
Korban video syur oknum guru MAN 1 Gorontalo, PPT, 17, diduga mulai speak up di sosial medianya, Facebook, Senin (30/9/2024).
Korban video syur oknum guru MAN 1 Gorontalo, PPT, 17, diduga mulai speak up di sosial medianya, Facebook, Senin (30/9/2024).

RADARMAGELANG.ID—Kasus video syur antara oknum guru dan murid MAN 1 Gorontalo masih dalam penanganan apparat Polres Gorontalo. Pelaku oknum guru David Hakim (DH), 57, telah ditahan polisi.

Sedangkan korban, PPT, 17, masih mengalami trauma dan syok berat.

Namun Senin (30/9/2024), PPT mulai speak up di media sosialnya.

Beredar postingan diduga dari Ketua OSIS MAN 1 Gorontalo tersebut.

Dalam isi postingan itu, PPT mengaku bersyukur lantaran dirinya sekarang sudah tak lagi menjadi budak seks oknum gurunya itu.

"Saya sangat sangat bersyukur kepada Allah tidak menjadi budak seks lagi, walau saya mungkin dikucilkan dari orang-orang yang tidak tahu benar keadaan saya dan menjadi diri saya," kata PPT dikutip dari unggahannya di media sosial Facebook, Senin (30/9/2024).

PPT lalu menceritakan awal mula dirinya terpaksa menjadi budak seks oleh guru Bahasa Indonesia di sekolahnya itu.

"Saya akan coba ceritakan bagaimana bisa terjadi semuanya. Jujur saya sangat-sangat sedih, kecewa, tidak tahu harus bagaimana di posisi tersebut," tutur PPT memulai ceritanya.

Postingan yang diduga ditulis korban PPT di Facebook
Postingan yang diduga ditulis korban PPT di Facebook

Awalnya, kata PPT, dirinya adalah anak yatim piatu saat baru masuk di MAN 1 Gorontalo itu.

"Semua berawal saat saya masuk di MAN 1 Gorontalo. Saya seorang yatim piatu seperti yang saya sampaikan video-video yang beredar dengan seorang tiktoker saat wawancara saya," ungkapnya.

Setelah ia bersekolah di madrasah tersebut, pada suatu ketika dirinya mulai mendapat pelecehan verbal dari guru DH.

"Saya sangat ingin untuk mencapai sarjana dengan beasiswa yang saya dapat. Pada satu hari, saya mulai mendapatkan pelecehan verbal. Dengan ucapan-ucapan tidak pantas dari Guru (DH)," ungkap PPT.

"Saat itu saya tidak terlalu menanggapi dengan serius. Namun lama-kelamaan mulai menyentuh seperti pundak, merangkul, dan lainnya," sambungnya.

Mulanya, ia menganggap sikap guru DH itu seperti halnya sikap seorang ayah kepada anaknya.

"Awal saya yang memang belum paham tentang kasih sayang yang sesungguhnya, menganggap itu seperti seorang ayah kepada anak juga terkadang memberikan untuk kehidupan," tuturnya.

Namun, lama kelamaan sikap guru DH tersebut semakin melebihi batas kewajaran. PPT pun mengaku ingin menceritakan hal itu kepada orang lain, namun dirinya takut akan dipandang hina oleh teman-temannya.

"Saat itu saya bingung, saya ingin bercerita kepada siapa. Orangtua tidak ada, bercerita kepada teman pun takut dipandang hina," katanya.

PPT juga mengaku sempat berniat melaporkan perbuatan DH tersebut kepada guru-guru lainnya. Namun, ia tak memiliki bukti apapun terkait perbuatan pelaku.

"Di pikiran saya saat itu, jika saya lapor saya yang tidak dipercayai oleh guru lain dan siapapun, karena saya tidak memiliki bukti apapun," bebernya.

Dia juga mengaku takut dikeluarkan dari sekolah apabila dirinya melaporkan perbuatan mesum guru DH itu ke pihak sekolah.

"Jika saya dikeluarkan, saya tidak mempunyai harapan dan cita-cita pupus. Walau saya benar sakit hati, kecewa, marah bercampur menjadi satu," ucap PPT.

Lantaran hal itu, PPT mengaku takut memiliki pacar di sekolah karena dirinya akan merasa kasihan kepada kekasihnya nanti apabila dia tahu tentang hal tersebut.

"Mengapa saya tidak memiliki pacar. Karena saya takut untuk berpacaran, saya kasihan terhadap laki-laki yang menjadi pacar saya jika dia tahu tentang saya," jelasnya.

"Saya sadar diri bahwa saya benar-benar sendirian, serba kurang dan ditambah pelecehan terhadap saya," tambahnya.

Halaman ketiga yang diduga postingan korban PPT, 17, di media sosialnya, Facebook, Senin (30/9/2024)
Halaman ketiga yang diduga postingan korban PPT, 17, di media sosialnya, Facebook, Senin (30/9/2024)

Lebih lanjut, PPT mengaku tidak akan melarang orang-orang untuk menyebarkan video syurnya dengan guru DH tersebut, meskipun dirinya merasa malu dengan beredarnya video itu.

"Saya sangat bersyukur walau saya malu untuk video yang beredar. Saya tidak akan melarang atau menyuruh untuk berhenti menyebarkan, karena itu adalah keinginan dan niat kalian masing-masing ditanggung sendiri dengan Allah," ucap PPT.

Siswi yang menjabat sebagai Ketua OSIS MAN 1 Gorontalo ini juga menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat atas beredarnya video tersebut.

"Jika pandangan kalian tentang saya di video itu salah, saya-sangat memohon maaf. Dan saya mohon jangan kalian nilai hanya dengan 5 menit kalian menilai saya menikmati atau sebagainya," ujar PPT meminta masyarakat agar tak menilai dirinya negatif dengan beredarnya video syur itu.

"Untuk dosa jariyah saya sudah siap untuk menanggung, karena hanya Allah yang tahu bagaimana keadaan saya saat itu," lanjutnya.

Pada akhir unggahannya di Facebook, PPT mempersilakan kepada masyarakat untuk percaya atau tidak bahwa postingannya itu benar-benar dari akun miliknya atau bukan.

"Untuk yang bertanya Akun Palsu atau Asli terserah kalian saya tidak akan melarang karena penilaian dari masing2 diri kalian," pungkasnya.

Sebelumnya, video syur yang memperlihatkan adegan hubungan intim antara guru dan murid MAN 1 Gorontalo menghebohkan publik.

Usai video itu viral di media sosial dan menjadi perhatian publik, polisi pun dengan cepat bergerak menindaklanjuti kasus tersebut.

Kapolres Gorontalo AKBP Deddy Herman mengatakan bahwa oknum guru berinisial DH, 57, selaku pemeran pria dalam video itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

Penetapan status tersangka terhadap DH tersebut berdasarkan hasil penyelidikan aparat kepolisian dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

"Terlapor sudah ditetapkan sebagai tersangka," kata Deddy saat menggelar konferensi pers terkait kasus tersebut beberapa hari lalu.

Dari hasil penyelidikan, lanjut Deddy, juga terungkap bahwa tersangka dan siswinya itu telah menjalin hubungan pacaran selama 2 tahun sejak tahun 2022.

"Sejak Januari 2022 melakukan hubungan dan terus berkelanjutan hingga melakukan hal seperti dalam video," ungkapnya.

Baca Juga: Siswi MAN 1 Gorontalo yang Terlibat Video Syur Alami Trauma dan Tertekan Berat

Deddy menjelaskan, korban kala itu mau pacaran dengan tersangka lantaran guru bahasa Indonesia di sekolahnya itu sering kali memberikan bantuan pembelajaran dan perhatian kepada korban.

"Tersangka sering kali memberikan bantuan dan perhatian lebih kepada korban, dalam hal ini kegiatan pembelajaran korban di sekolah hingga membuat korban merasa nyaman. Motif tersangka tersebut adalah menjalin hubungan asmara dengan korban," bebernya.

Pihaknya pun mengungkapkan, bahwa tersangka dan korban pertama kali melakukan hubungan badan layaknya suami istri pada Januari 2024.

Ketika itu, guru Bahasa Indonesia di MAN 1 Gorontalo itu merayu siswi di sekolah tempatnya mengajar tersebut untuk berhubungan badan dengan disertai pemaksaan terhadap sang siswi.

"Pertama kali kejadian itu pada Januari 2024 dan terjadi di sekolah, ada sedikit pemaksaan pertama kali," ujarnya. (aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#video mesum #video asusila #Polres Gorontalo #budak seks #Link Video Syur #guru dan murid di Gorontalo #video syur