RADARMAGELANG.ID - Setelah menghadapi berbagai gugatan perdata sejak akhir tahun lalu, maestro musik Sean "Diddy" Combs kini telah didakwa dengan tuduhan perdagangan seks dan pemerasan.
Diddy ditangkap pada (16/09/2024), setelah dia melaporkan menjadi subjek penyelidikan federal.
Proses penyelidikan dan gugatan ini menandai perubahan signifikan dalam opini publik terhadap Diddy, yang diakui sebagai salah satu tokoh kunci dalam perkembangan hip-hop dan R&B sejak tahun 1990-an, serta membantu mengubah genre tersebut menjadi fenomena global.
Setelah rumah Combs digeledah, perhatian publik terhadapnya dan kedua putranya meningkat tajam, termasuk munculnya tuduhan yang serius yang telah ada selama beberapa dekade.
Berikut sekilas kasus-kasus Sean “Diddy” Combs sebelum menyelidiki saat ini:
1. Tuntutan Cassie, Mantan Kekasih Diddy
Semua berawal dari Cassandra “Cassie” Ventura, mantan kekasih Diddy, menuntutnya atas kasus mengungkap kasus seksual dan kekerasan, pada November 2023.
Cassie mengajukan keluhan perdata di pengadilan federal pada 16 November di Kota New York. Dalam pengaduannya, Ventura menuduh bahwa Diddy memperkosanya dan melakukan kekerasan fisik, termasuk memukulnya selama hubungan mereka.
Dalam tuntutannya tersebut, Diddy juga diduga menggunakan zat-zat ilegal untuk menurunkan kesadaran Cassie.
Selain itu, pengaduan tersebut juga mengklaim bahwa Diddy siluet mobil rapper Kid Cudi (nama aslinya adalah Scott Mescudi) setelah Diddy mengetahui bahwa Cudi tertarik pada Cassie.
Namun, Diddy dan Cassie mencapai penyelesaian hanya sehari setelah gugatan diajukan.
Kedua pihak mengumumkan pada malam hari Jumat (17/11/2023) bahwa mereka telah mencapai kesepakatan bersama untuk menyelesaikan kasus ini, meskipun ada yang mengungkapkan detail penyelesaiannya.
2. Lebih Banyak Orang Menuntut Diddy
Banyaknya gugatan yang diajukan berdasarkan New York Adult Survivors Act tahun 2022.
Dalam salah satu gugatan perdata, Joi Dickerson-Neal menuduh bahwa Diddy membius dan melakukan pelecehan seksual terhadapnya pada tahun 1991 ketika dia masih seorang mahasiswa.
Gugatan tersebut meminta ganti rugi secara khusus atas kejahatan yang dilakukan oleh Diddy.
Gugatan perdata lainnya yang diajukan oleh Liza Gardner di New York.
Gugatan tersebut menuduh bahwa pada tahun 1990, Gardner dipaksa berhubungan seks dengan Diddy.
Seorang penggugat anonim lainnya muncul.
Gugatannya lebih besar lagi, kalau Diddy juga memakai labelnya, Bad Boy Entertainment, untuk melakukan perdagangan seks bersama Harve Pierre, presiden Bad Boy saat itu.
Penggugat anonim yang disebut sebagai Jane Doe menuduh dalam gugatan tersebut bahwa pada tahun 2003, ketika dia baru berusia 17 tahun dan duduk di kelas 3 SMA.
Pierre dan Diddy memberikan obat-obatan terlarang kepadanya dan memperkosanya bersama seorang pria lain yang tidak diketahui identitasnya.
3. Rumah Combs Digeledah oleh Homeland Security
Pada 25 Maret 2024, Homeland Security Investigations, departemen yang sering memimpin penyelidikan tuduhan perdagangan seks, mengirimkan agen untuk menggeledah rumah Diddy di Los Angeles dan Miami dengan surat perintah yang dikeluarkan oleh Distrik Selatan New York.
Penggeledahan ini menyusul beberapa gugatan terhadap Diddy yang menuduh pelecehan seksual, perdagangan seks, serta distribusi obat-obatan dan senjata ilegal.
NBC News melaporkan bahwa senjata api ditemukan di kediaman tersebut dan pihak berwenang menyita ponsel Diddy.
Selain itu, baby oil, lubricant, dan mainan seks juga ditemukan di sana.
Total terdapat 1000 botol baby oil dan lubricant yang diduga di pakai untuk melancarkan aksi pemerkosaan massal yang dilakukan Diddy.
4. Freak Offs dan Pesta Putih
Dalam Freak Ofss, Diddy akan mengundang sejumlah orang untuk datang ke rumahnya, baik dari kalangan artis maupun orang biasa.
Kebanyakan perempuan dan masih dibawah umur.
Di tempat itu, para korban akan dibius dan diancam untuk bersetubuh, baik dengan Diddy, PSK laki-laki yang disewa hingga tamu-tamu yang diundang.
Pesta ini biasanya berlangsung berhari-hari karena para korban diberi ketamin, ekstasi, dan GHB supaya tetap patuh.
Parahnya lagi, pemerkosaan massal ini direkam.
Rekaman disimpan Diddy dan dijadikan bahan pengecemanan dan pemerasan bagi para korban.
Diduga, banyak artis yang terseret dalam kasus ini.
Namun, nama-nama mereka belum dirilis.
Meskipun demikian, spekulasi mulai muncul berdasarkan kehadiran para artis di “Pesta Putih”.
Pesta Putih Diddy adalah pesta yang paling ditunggu para artis.
Siapapun yang berkunjung ke pesta ini akan bertemu dengan seniman papan atas.
Pesta ini memiliki jam malamnya sendiri, di mana anak-anak dan tamu di bawah umur diminta untuk pulang karena “pesta yang sebenarnya akan dimulai”.
Pesta yang dipenuhi alkohol, narkoba, dan perempuan-perempuan yang hampir telanjang.
Menurut Tom Swoop, seorang informan industri musik, para artis baru diminta untuk melakukan kegiatan seksi demi mendapatkan uang atau kesempatan bermusik di label besar yang direkomendasikan Diddy.
Pesta ini dulu sangat dinantikan para artis. Namun, nama-nama mereka yang pernah hadir kini sedang diburu, mengingat ada keterlibatan artis dalam Freak Offs.
Nama-nama yang terlibat karena datang ke Pesta Putih adalah Kevin Hart, Jeniffer Lopez, Paris Hilton, Kelly Osborne, Kim Kardashian, Beyonce, Jay-Z, Usher, Mariah Carey, Alicia Keys, Will Smith, Ashton Kutcher, Justin Bieber dan masih banyak lagi.
Menurut penyelidik, artis-artis yang disebutkan tadi belum tentu terlibat dalam Freak Offs, namun kemungkinan mereka mengetahui apa yang terjadi.
5. Sean 'Diddy' Combs Didakwa Atas Tuduhan Perdagangan Seks dan Pemerasan
Sean "Diddy" Combs ditangkap pada Senin malam, 16 September 2024, di Hotel Park Hyatt di West 57th Street, sekitar enam bulan setelah pihak berwenang federal melakukan penggeledahan di dua rumahnya di Los Angeles dan Miami, di mana pihak berwenang menyita perangkat elektronik dan, menurut dakwaan, juga menyita senjata api termasuk AR-15 dengan nomor seri yang telah dihapus.
Sebuah dakwaan federal terhadap 'Diddy', yang dibuka pada Selasa, 17 September 2024, mendakwanya dengan tiga tuduhan kejahatan, menuduhnya melakukan pemerasan, perdagangan seks, dan transportasi untuk terlibat dalam prostitusi.
Kini, Diddy sedang dalam masa terpencil dan menunggu penundaan. Ia terancam mendapat hukuman seumur hidup. (mg21/aro)