Destinasi wisata yang mulai dibuka sejak 22 Februari 2022 ini awalnya merupakan kawasan pertanian berupa sawah.
Namun, warga kemudian membuat rawa yang memiliki pemandangan menarik, sehingga kawasan tersebut dikembangkan menjadi tempat wisata.
“Awalnya di sini itu ladang pertanian, lalu masyarakat sekitar membuat rawa” ujar Dinia Akhirati Khasanah, petugas penjaga loket masuk kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Objek wisata Rawa Gembongan buka mulai pukul 07.00 hingga 18.00 untuk layanan loket. Namun pengunjung masih bisa berada di kawasan wisata untuk menikmati suasana hingga maksimal pukul 20.00.
Perempuan 25 tahun itu mengatakan, objek wisata Rawa Gembongan ramai pengunjung saat akhir pekan, terutama pada Sabtu dan Minggu.
Selain itu, kawasan ini juga mulai ramai pada sore hari, karena banyak pengunjung yang datang untuk menikmati pemandangan sunset.
Salah satu pengunjung, Hasna, warga Temanggung, mengaku, mengetahui perkembangan objek wisata Rawa Gembongan melalui Instagram.
Sebelumnya, ia pernah datang ke tempat tersebut.
“Sekarang kawasan wisata semakin lebih tertata,” katanya.
Menurutnya, terdapat sejumlah perubahan dibandingkan saat pertama kali berkunjung.
Mulai area parkir yang lebih tertata, adanya loket masuk, hingga bertambahnya warung dan fasilitas tikar untuk pengunjung.
“Dulu saya sampai bawa kursi lipat sendiri karena belum ada tikar. Sekarang warung-warung sudah mulai menyediakan tikar untuk pengunjung,” ujar Hasna.
Ia memilih datang pada weekday agar suasana tidak terlalu ramai.
Menurutnya, kesan pertama saat kembali berkunjung adalah nyaman dan santai.
Untuk menikmati Rawa Gembongan, pengunjung cukup membayar tiket masuk sebesar Rp3 ribu.
Selain menikmati suasana yang sejuk, pengunjung juga dapat melihat panorama sunset dengan latar dua gunung, Sindoro dan Sumbing.
Sejumlah fasilitas juga tersedia untuk menambah kenyamanan pengunjung, seperti toilet, musala, warung makan, posko kesehatan, ayunan, hingga wahana perahu kayuh.
Dengan berbagai fasilitas tersebut, Rawa Gembongan menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin bersantai menikmati suasana alam tanpa harus mengeluarkan biaya besar. (mg9/mg7/aro)
Editor : H. Arif Riyanto