Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Wisata Curug Grenjengan Kembar di Lereng Gunung Merbabu Pakis Kabupaten Magelang yang Menawan, Sayang Terbengkalai

H. Arif Riyanto • Senin, 15 Januari 2024 | 16:00 WIB
Curug  Grenjengan Kembar yang masih alami
Curug Grenjengan Kembar yang masih alami

RADARMAGELANG.ID, Magelang- Gunung Merbabu ternyata memiliki obyek wisata air terjun dengan aliran ganda yang menawan di lerengnya.

Air terjun yang unik itu bernama Curug Grenjengan Kembar.

Sabtu pagi (13/1/2024) lalu, Jawa Pos Radar Magelang mendatangi lokasi Curug Grenjengan Kembar.

Objek wisata alam ini berlokasi di tengah hutan lereng Gunung Merbabu yang berada di Desa Muneng Warangan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Yang disayangkan, pesona alam yang seharusnya indah, justru sekarang seperti terbengkalai.

Banyak fasilitas yang rusak, kotor, dan banyak coretan oknum pengunjung yang minim kesadaran untuk menjaga kelestarian alam.

Jarak tempuh Curug Grenjengan Kembar dari Kota Magelang tidaklah jauh.

Jaraknya hanya sekitar 24 kilometer.

Sementara waktu tempuhnya hanya kurang-lebih 45 menit sampai satu jam saja.

Jika ditempuh dari Kota Magelang, maka perjalanan dimulai dengan menyusuri Jalan Magelang-Salatiga via Kopeng.

Terus di jalan itu sejauh sekitar 14,5 kilometer atau kurang-lebih selama 20 menit.

Nantinya, di kiri jalan ada sebuah percabangan jalan yang lebih kecil. Terdapat pula plang penunjuk arah menuju Air Terjun Grenjengan Kembar di percabangan jalan ini.

Gapura Taman Nasional Gunung Merbabu akses menuju Curug Grenjengan Kembar
Gapura Taman Nasional Gunung Merbabu akses menuju Curug Grenjengan Kembar

Selanjutnya tinggalkan jalan utama dan belok kiri di Jalan Pakis-Ngablak.
Anda yang mengendarai motor atau mobil, bisa menitipkan di dekat gerbang masuk Taman Nasional Gunung Merbabu.

Setelah itu, Anda harus berjalan kaki alias tracking menuju air terjun kurang lebih sejauh 600 meter dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Medan jalan yang naik turun.

Tanah bebatuan.

Juga jalan yang sempit dan licin di musim penghujan, pengunjung tidak disarankan menggunakan sandal selop karena berisiko terpeleset.

Anda akan menemukan dua kali persimpangan jalan.

Pertama adalah persimpangan di gapura.

Kedua, persimpangan setelah jembatan kecil.

Anda harus mengambil jalan ke arah kiri untuk menuju ke curug.

Kondisi jalan ini cukup memprihatinkan.

Di sekitar track jalan banya tanaman menjalar yang menghalangi jalan.

Juga rumpun bambu yang daunnya lebat.

Sebuah warung makan terbengkalai, dan tempat istirahat yang sudah kumuh.

Jika Anda sudah sampai di lokasi air terjun, maka akan disuguhi pemandangan sampah plastik yang berceceran di mana-mana

Sampah-sampah itu dibuang pengunjung yang tidak sadar akan pentingnya menjaga lingkungan.

Tim Jawa Pos Radar Magelang tidak menemukan adanya toilet di sekitar lokasi wisata.

 Padahal toilet adalah tempat yang sangat krusial bagi wisatawan untuk berganti baju dan buang air.

Lokasi air terjun menuju ke permukiman warga cukup jauh.

Sehingga kalau kebelet pipis atau buang air besar, dipastikan akan dibuang sembarangan.

Di lokasi curug, Jawa Pos Radar Magelang tidak menemukan satupun warga.

Meski weekend juga tidak ada pengunjung.

Setelah ditelusuri melalui review di Google, dulunya Curug Grenjengan Kembar kondisinya lebih baik ketimbang sekarang.

Wisatawan bisa berswafoto, dan tidak ditemukan sampah.

Namun sayang, sekarang kondisinya memprihatinkan.

Anda penasaran dengan kondisi Curug Grenjengan Kembar?

Yuk, berkunjung, sekaligus buat refreshing.

Mencari kesegaran di alam yang masih alami. (naufal bagas wibowo/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#air terjun #gunung merbabu #Kabupaten Magelang #kecamatan pakis