Soto Ayam 69 Mbah Mul, salah satu warung legendaris di Kota Magelang. Mulai dibuka tahun 1969. Sampai saat ini warung soto tersebut tetap dibanjiri pembeli. Maklum cita rasa tetap tak berubah, segar dan ngangeni.
Warung soto Mbah Mul berada di Jalan Cempaka depan rumah dinas Wali Kota Magelang. Berdekatan juga dengan SMAN 1 Magelang. Begitu buka jam 05.30 langsung ramai pembeli. Biasanya jam 11.00 sudah tutup karena habis.
Kuah segar soto dipadu suwiran daging ayam dan perkedel cocok untuk sarapan pagi. Pelanggan juga bisa menambah gorengan yang tersedia hangat. Atau juga sate.
Yang membedakan dengan soto lain adalah tambahan potongan tahu bacem yang dimasukkan dalam soto. Bagi yang tak suka, bisa pesan tanpa tahu bacem.
Pemilik warung soto, Mulyono atau yang akrab di sapa Mbah Mul mengaku berjualan sejak tahun 1969. Awalnya, ia jualan keliling Kota Magelang menggunakan pikulan. Tahun 2003, mulai buka warung di lokasi sekarang.
"Dulu jualan keliling dipikul. Pindah ke sini tahun 2003. Sudah 20 tahun di sini," ceritanya.
Pria berusia 83 tahun itu mengaku resep sotonya racikan sendiri. Sehingga memiliki cita rasa yang berbeda dibanding soto lain. Soto Mbah Mul buka setiap hari mulai pukul setengah enam sampai soto habis. Satu porsi soto dijual Rp 11.000. Untuk tambahan seperti gorengan dan sate dijual mulai dari Rp 1.500 - Rp 3.000.
Rasa soto yang khas, membuat pelanggan berdatangan dari luar kota. Wali Kota Magelang sekarang dan sebelum-sebelumnya berlangganan soto Mbah Mul.
Pada akhir pekan warung tersebut ramai pembeli. Para pegowes banyak yang mampir ke situ setelah memancal sepedanya keliling kota.
Salah seorang pelanggan, Retno Rini, warga Secang mengaku sering sarapan di soto Mbah Mul. Terutama setelah mengantarkan anaknya sekolah. “Pagi setelah mengantar anak sekolah, saya dan suami mampir ke soto Mbah Mul. Kuahnya segar. Sedep,”ujarnya.
Demikian juga dengan Anto, pelanggan lain mengaku cocok dengan cita rasa sotonya. Hanya saja, Anto tidak menyukai irisan tahu bacem di sotonya. “Kalau pesan soto tanpa irisan tahu bacem,”cetus warga Semarang yang berdomisili di Magelang itu. (mg22/mg25/lis)