Relaksasi dengan berendam di air hangat bisa menyegarkan pikiran dan tubuh yang penat. Pemandian air hangat di Desa Sumberarum, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang bisa menjadi salah satu alternatif berwisata air.
Di Desa Sumberarum, Tempuran terdapat beberapa kolam air hangat. Pengunjung tinggal memilih sesuai keinginan. Ada pemandian air hangat Tirta Madu Barokah, Lintang Waterpark, Umbul Banyu Roso, kolam renang Sumber Arum dan pemandian Ngasinan. Dikelola oleh sejumlah investor yang berbeda,
Pemandian air hangat tersebut selalu ramai dikunjungi wisatawan dan kini tengah hits.
Pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Karena buka 24 jam, pemandian air hangat ini cenderung ramai pada sore hingga malam hari. Tarif yang diberlakukan hanya Rp10.000 untuk dewasa dan Rp7.000 untuk anak-anak. Lokasi yang terbilang jauh dari jalan raya tidak menyurutkan para pengunjung untuk datang.
“Saat 1 Syawal kami buka, ramai pengunjung dari luar daerah seperti Jakarta dan Surabaya,” ungkap pengelola pemandian air hangat Tirta Madu Barokah, Slamet.
Air hangat ini keluar dari perut bumi sedalam 107 meter. Berdasarkan penelitian tim geologi Bandung, air yang terdapat pada pemandian air hangat Tirta Madu Barokah ini memiliki panas mencapai 37 derajat.
Fasilitas yang disediakan juga cukup memadai seperti gazebo, kamar mandi dan tempat bilas, musala, spot foto, kantin, dan live music ketika weekend. Tempatnya cukup bersih, pihak pengelola menyediakan tempat sampah di berbagai sudut.
Berbeda dengan air hangat lainnya, di Sumberarum ini tidak mengandung belerang. Namun tidak sedikit pengunjung yang berendam untuk berobat karena air hangat memiliki banyak khasiat.
“Saya baru pertama kali berkunjung ke sini dan merasa asyik saat berendam. Airnya benar-benar hangat tidak menimbulkan efek perih di mata. Worth it-lah, ” aku Hendra, pengunjung yang tengah menikmati hangatnya air.
Pemandian air hangat ini tidak hanya memberikan dampak positif kepada para wisatawan, tetapi juga bagi warga lokal. Karena ramainya pengunjung, warga pun banyak yang berjualan makanan dan minuman. (mg23, mg25/lis)