RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Pemerintah Kabupaten Temanggung menargetkan siswa muslim minimal mampu menghafal Juz Amma saat lulus kelas VI sekolah dasar.
Target itu didorong melalui program percontohan Sekolah Kalih Ngaji yang telah diterapkan di 100 SD negeri di seluruh kecamatan.
Bupati Temanggung Agus Setyawan meninjau pelaksanaan program tersebut di SD Negeri Tanjungsari, Kecamatan Tlogomulyo.
Program ini difokuskan pada penguatan kemampuan baca tulis Alquran (BTQ). Itu sekaligus pembiasaan keagamaan bagi siswa muslim.
“Ini salah satu ikhtiar kita bersama agar anak-anak tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan baca-tulis Aquran yang baik. Harapan kita, para murid muslim minimal sudah hafal Juz Amma saat lulus kelas 6 SD nanti,” ujar Agus, Kamis (22/10/2026).
Program Sekolah Kalih Ngaji diluncurkan pada akhir Juli 2026. Pelaksanaannya melibatkan guru ngaji kampung, ustaz dan ustazah Taman Pendidikan Alquran (TPQ) maupun Madrasah Diniyah (Madin), serta tokoh agama setempat.
Pemkab Temanggung menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Temanggung untuk mendukung pelaksanaan program itu. Termasuk memberikan insentif bagi guru ngaji yang terlibat.
Baca Juga: 100 SD di Temanggung Jadi Percontohan Program Sekolah Kalih Ngaji
Agus menegaskan, program ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) ataupun menambah beban kurikulum sekolah.
Sekolah Kalih Ngaji lebih diarahkan sebagai pendampingan. Supaya kemampuan mengaji siswa berkembang sesuai kebutuhan masing-masing.
Ia juga mengingatkan, agar pelaksanaan program tidak membebani wali murid dengan pungutan tambahan.
“Terkait biaya, mohon jangan menambahi beban. Baznas mendukung Rp500 ribu per bulan untuk para guru ngaji yang terlibat. Jangan sampai program yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan justru memberatkan wali murid,” tegasnya.
Sementara itu, guru ngaji TPQ yang mendampingi siswa di SDN Tanjungsari, Nur Laila, mengatakan kegiatan dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis.
Materi pembelajaran meliputi baca tulis Alquran sesuai kaidah tajwid, hafalan surat-surat pendek, serta pembiasaan ibadah praktis.
Menurutnya, pendampingan diperlukan karena kemampuan setiap anak dalam membaca Alquran dan memahami bacaan salat berbeda-beda.
“Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam membaca Alquran maupun memahami bacaan salat. Alhamdulillah program ini membantu anak-anak lebih terarah dalam belajar mengaji,” katanya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo