Dari Gelanggang Temanggung, Pesilat Muda Diproyeksikan Tembus Popda hingga Porprov

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 16:21 WIB

 

Kejuaraan pencak silat yang digelar di GOR Temanggung diikuti 580 atlet dari Jateng dan DI Jogjakarta. (Istimewa)
Kejuaraan pencak silat yang digelar di GOR Temanggung diikuti 580 atlet dari Jateng dan DI Jogjakarta. (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Gelanggang pencak silat di Temanggung tak hanya menjadi tempat adu teknik dan perebutan juara. 

Kejuaraan yang diikuti 580 atlet dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini, menjadi bagian dari proses menyiapkan pesilat muda menuju ajang yang lebih tinggi. Yakni mulai dari Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) hingga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Kejuaraan digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Temanggung bersama Kodim 0706/Temanggung.

Event ini dimanfaatkan untuk mengasah kemampuan. Itu sekaligus memantau potensi atlet yang dapat dikembangkan melalui pembinaan berkelanjutan.

Ketua IPSI Kabupaten Temanggung Arief Mujiono mengatakan, kompetisi menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pembinaan.

Atlet muda tidak hanya membutuhkan latihan. Namun pengalaman bertanding untuk mengukur kemampuan dan membangun mental.

Baca Juga: Kejuaraan Pencak Silat Temanggung Championship 2025 Dimeriahkan 480 Atlet dari Kontingan Jawa Tengah

“Kejuaraan ini kami maksudkan untuk membina atlet muda dan menjaring bakat potensial yang nantinya bisa mengikuti kegiatan reguler, baik melalui Popda, Porprov, maupun kejuaraan lain yang diselenggarakan pemerintah,” katanya, Selasa (6/10/2026).

Arief menyebut, atlet yang menunjukkan kemampuan dan potensi dapat dipersiapkan lebih lanjut melalui program pembinaan.

Dengan demikian, kejuaraan tidak berhenti pada hasil pertandingan. “Ini menjadi bagian dari proses menyiapkan atlet untuk kompetisi berikutnya,” ujarnya.

Dikatakan, perkembangan pencak silat di Jawa Tengah cukup pesat. Hal itu terlihat dari semakin banyaknya atlet yang mengikuti kejuaraan serta bertambahnya padepokan yang menjadi wadah pembinaan.

Kondisi itu dinilai membuka peluang lebih besar bagi munculnya atlet-atlet muda potensial. 

“Kami harap para atlet ini memiliki kemampuan teknik. Termasuk mental bertanding yang cukup untuk bersaing ketika naik ke level Popda, Porprov, maupun kompetisi lainnya,” tambah Arief.

Sementara itu, Dandim 0706/Temanggung Letkol Inf. Richie Fadly mengatakan, Kodim bersama IPSI Temanggung memiliki perhatian terhadap pencarian dan pembinaan bibit atlet pencak silat.

“Kami bersama IPSI Temanggung bekerja sama mencari bibit-bibit atlet pencak silat untuk Kabupaten Temanggung. Nantinya, mereka diharapkan dapat mendukung, menyukseskan, dan meningkatkan prestasi olahraga di Temanggung,” ujarnya.

Selain mengejar prestasi, pencak silat juga memiliki nilai budaya. Menurut Richie, olahraga tersebut menjadi bagian dari warisan budaya bangsa.

“Ini sekaligus mengajarkan kedisiplinan dan sportivitas kepada generasi muda,” jelas Richie.

Kejuaraan ini mempertandingkan kelompok usia dini, pra-remaja, remaja, hingga dewasa.

Sementara nomor yang diperlombakan meliputi kelas tanding atau laga serta kategori seni, yakni tunggal, ganda, regu, dan solo kreatif.

Dari gelaran ini, para pesilat muda tidak hanya membawa pulang pengalaman bertanding. 

“Bagi atlet yang memiliki potensi, gelanggang Temanggung dapat menjadi salah satu tahapan awal untuk dipersiapkan menuju persaingan yang lebih tinggi, termasuk Popda dan Porprov,” tandas Richie. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
IPSI Kabupaten Temanggung Kodim 0706/Temanggung Kejuaraan Pencak Silat