RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Pemerintah Kabupaten Temanggung mulai membidik pasar pengadaan pemerintah bagi produk yang dihasilkan alumni Balai Latihan Kerja (BLK).
Langkah tersebut agar program pelatihan kerja tidak berhenti pada peningkatan keterampilan.
Melainkan berlanjut hingga peserta mampu memasarkan produknya.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Temanggung Hendra Sumaryana mengatakan, pendampingan pascapelatihan menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperkuat.
Salah satunya dengan membekali peserta agar produknya dapat masuk dalam sistem pengadaan pemerintah, termasuk e-katalog.
“Pelatihan berikutnya ada pendampingan untuk teman-teman ini, khususnya yang pelatihan makanan kekinian atau kopi barista, dilatih untuk bisa produknya masuk di e-procurement, di e-katalog dan sebagainya,” kata Hendra saat penutupan program pelatihan kerja, Kamis (1/10/2026).
Hendra menyebut, keberhasilan pelatihan tidak cukup hanya dilihat dari selesainya peserta mengikuti pembelajaran.
Setelah memiliki keterampilan, mereka perlu mendapatkan akses terhadap pasar dan dunia kerja.
Sehingga, kemampuan yang diperoleh dapat menghasilkan pendapatan.
Karena itu, Dinperinaker juga mendorong kesinambungan antara pemerintah, dunia usaha, dan alumni pelatihan.
Skema itu diharapkan dapat membuka akses peserta terhadap peluang kerja maupun pengembangan usaha.
“Jadi tidak hanya pelatihan soft skill materinya saja, tapi pascanya seperti apa. Bagaimana pelatihan-pelatihan ini bisa sustainability lewat mitra bersama antara pemerintah dan dunia usaha dan para alumni,” ujarnya.
Hendra mengatakan, sekitar 90 persen program pelatihan yang dilaksanakan saat ini telah terkoneksi dengan dunia usaha.
Ada 96 peserta pelatihan yang mengikuti enam kelas kejuruan. Yakni kelas desain grafis dan sablon, las, makanan kekinian, servis sepeda motor sistem injeksi, finishing mebel, serta hidroponik.
Peserta merupakan warga Temanggung dan berasal dari keluarga petani.
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, pelatihan ini merupakan upaya pemerintah meningkatkan keterampilan masyarakat agar mampu mandiri secara ekonomi.
“Harapannya setelah ini mereka bisa mandiri, bisa membuka usaha secara mandiri. Sehingga bisa menambah pendapatan mereka dan pastinya ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Temanggung,” katanya.
Agus tengah berupaya agar produk-produk alumni pelatihan dapat masuk ke sektor pemerintah.
Termasuk produk pertanian dari pelatihan. "Ini masih menjadi PR. Kami juga ingin produk peserta pelatiham ini masuk ke pemerintahan. Jadi ketika ada tamu bisa disuguhkan produk-produk kita," tambah Agus.
Sementara Ferlin, 18, peserta pelatihan dari Ngadirejo, mengaku mendapat banyak ilmu dari pelatihan membuat makanan kekinian. Ia sedang berusaha merintis usaha sendiri untuk toko kue.
"Jadi, selama 19 hari saya mengikuti pelatihan di BLK ini, saya belajar banyak makanan, tentunya ada bolen, terus croissant, dan juga roll cake, dan lainnya. Setelah ini saya akan membuka usaha sendiri ataupun untuk bekerja," akunya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo