RADARMAGELANG.ID, Temanggung-Raungan musik cadas menyeruak dari bawah rindangnya pohon beringin Alun-alun Kota Temanggung, ya music rock kembali ditancapkan akarnya.
Temanggung Rock Community (TRC) sukses menggelar Rock Ngisor Ringin Session 3 di Tribun Barat Alun-alun Kota Tembakau, Minggu (27/9/2026) hingga larut malam hari.
Sesuai tema, event ini bukan sekadar konser, tetapi upaya agar musik rock semakin mengakar kuat di Kabupaten Temanggung, dengan filosofi kuatnya akar pohon beringin.
Sebanyak 15 grup lintas generasi tampil seharian. Mulai kalangan pelajar hingga senior pensiunan.
Ada Aziora, Super Kids, Consept, The Progressivo, Why Not, Humanizer, Basic, Emergency, The Lalah, Don't Speak, Exel, Singosari, Trooper, Robot, Buas.
Buas yang tampil dengan lagu Arise (Sepultura), Blacklist, dan lagu mereka Plague of Control, Resistence of The Oppressed, dan Raining Bloodnya-nya Slayer mampu menghipnotis penonton untuk bergeming.
Sound gahar ala trash metal yang padat namun mampu ditampilkan dengan sangat rapi dengan sentuhan sound modern, seolah menjadi anti klimaks pertunjukkan.
"Semoga Rock Ngisor Ringin dan TRC bisa semakin menancapkan akarnya, terimakasih Temanggung Rock Community,"seru Ombo vokalis Buas disambut sorak sorai penonton.
Ketua TRC Witarso Saptono Putro atau yang akrab disapa Pak Ook, mengatakan event ini menjadi simbol kebangkitan rock Temanggung, sesuai visi misinya memasyarakatkan kembali music rock.
Maka tak hanya musisi senior saja, tapi kali ini anak-anak hingga remaja pun diminta unjuk kebolehan dalam bermusik.
"Untuk Rock Ngisor Ringin Session 3 yang sekarang tampil ini sebelumnya banyak sekali yang belum pernah manggung. Ada grup dari usia SD, SMP di sesi pertama semuanya pelajar, kita memberi ruang kepada mereka ternyata kemampuannya luar biasa sekali,"ujarnya.
Ia berkeinginan ke depan musisi rock dari Kota Tembakau ini akan terus ada sebagaimana munculnya dari era tahun 1970-an, 1980-an, hingga era 90-an.
Maka sangat disayangkan apabila anak-anak berbakat Temanggung tidak diberi ruang untuk berekspresi.
"Kita lihat dari dulu era 80-an, 90-an sampai sekarang banyak musisi Temanggung eman-eman kalau kita nggak ngopeni. Saya berharap dari pemerintah daerah kita difasilitasi, kita minta diberi ruang untuk main di panggung, karena selama ini kalau main kita urunan atau biaya sendiri. Kalau difasilitasi pemerintah kita tinggal main, sangat bagus sekali minimal sebulan sekali sebab Temanggung banyak musisi,"katanya.
Pada pertunjukkan Rock Ngisor Ringin Session 3 ini, grup band yang tampil saling mengisi dengan berbagai alirannya.
Emergency misalnya tampil dengan lagu-lagu slow rock era 90-an dengan membawakan lagu Nikcy Astrea dan Bon Jovi, The Lalah bahkan cukup percaya diri dan layak diapresiasi karena membawakan lagu-lagu karya sendiri.
Don't Speak apik menyanyikan lagu Perfect Stranger yang dipopulerkan Deep Purple, Exel tampil dengan Bis Kota, Karma, dan menutup penampilan dengan lagu Karma.
Adapun Trooper yang digawangi para musisi senior tampil dengan lagu-lagu dari Iron Maiden seperti Hallowed be Thy Name, Fear of The Dark, The Trooper.
Sedangkan Robot yang tampil cukup prima dan penuh energi unjuk skil tinggi dengan lagu pembuka Si Bandel (Teaser) yang membuat penonton bertepuk tangan karena merupakan lagu hits grup rock legendaris asal Temanggung.
Grup yang digawangi Andy Apoy (gitar), Rochim (bass), Ardhi (vocal), Angga (drum), membawa penonton bernostalgia di masa kejayaan musik rock tahun 90-an dengan lagu Decade Dance (Extreme) yang dimainkan dengan Teknik tinggi.
Disusul lagu Green Tinted Sixties Mind, dan Addicted To That Rush dari Mr Big, di mana perpaduan gitar Andy dan bass Rochim yang saling bersahutan dijaga tempo drum Angga dan lengikngan vocal Ardhi membuat penonton berdecak kagum dan sangat menikmati atraksi mereka.
Di penghujung acara Singosari mampu menurunkan tensi namun membuat suasana hangat, sebab grub yang digawangi Argo Cs ini meramu komposisi musik berbagai genre dibalut dengan komedi dan komunikasi aktif antar personel.
Saat membawakan intro The Final Countdown penonton sudah tampak serius namun tiba-tiba musik berubah di lagu pop Yang Penting Hepi (Jamal Mirdad).
Tak sampai di situ medley lagu terus mengocok perut penonton dengan lagu Koi Mi Gaya (Shah Rukh Khan), Lupa-lupa Ingat (Kuburan), Munaroh disambung dengan intro lagu Under a Glass Moon (Dream Theater) dan ditutup dengan lagu Ini Rindu (Farid Hardja). (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo