RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Warga Desa Medari, Kecamatan Ngadirejo, Temanggung, akhirnya bisa bernapas lega, setelah ruas jalan Medari-Watukumpul mulai diperbaiki.
Jalan yang menjadi jalur alternatif dan setiap hari ramai dilalui itu, sebelumnya mengalami kerusakan selama sekitar empat tahun.
Salah satu warga, Sahroni, mengaku bersyukur melihat ruas jalan di desanya kembali mendapat penanganan.
Ia bahkan beberapa kali mengucapkan syukur saat melihat proses pengaspalan berlangsung.
“Alhamdulillah, matur nuwun untuk perbaikan jalannya, Pak (bupati). Karena ini adalah jalan alternatif yang selalu ramai, tapi sudah empat tahun ini kondisinya cukup rusak,” ujar Sahroni saat Bupati Temanggung Agus Setyawan dan Kepala Kejaksaan Negeri Temanggung Arifin Arsyad meninjau lokasi, Kamis (24/9/2026) siang.
Baca Juga: Dikunjungi Gubernur Luthfi, Warga Cilibur Minta Akses Jalan Penghubung Segera Diperbaiki
Sahroni mengatakan, kondisi jalan yang rusak selama ini tidak hanya mengganggu kenyamanan warga yang melintas.
Sebagai jalan alternatif, kerusakan juga membuat aktivitas masyarakat menjadi kurang nyaman.
"Nek rusak niku aktivitase mboten nyaman. Nek mpun diaspal niki kan lancar ngangkut hasil tanine pak bupati," ujarnya senang.
Perbaikan jalan, juga disambut baik para petani. Ketua Kelompok Tani Harapan Baru, Suginarto, mengatakan, ruas Medari-Watukumpul memiliki peran penting bagi aktivitas pertanian warga.
Jalan itu menjadi salah satu akses untuk mengangkut hasil pertanian dari wilayah Medari menuju wilayah lainnya.
Suginarto menyebut, kondisi jalan yang lebih baik akan memudahkan petani membawa hasil panen. Itu sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa.
Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, penanganan ruas Medari-Watukumpul merupakan bagian dari proyek peningkatan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Temanggung.
Selain Medari-Watukumpul, terdapat empat ruas lain yang turut ditangani. Yakni Parakan-Bansari, Campuranom-Watukumpul, Ngadirejo-Bantir, dan Karangtejo-Mergowati.
Peningkatan jalan ini bersumber dari APBN 2026 melalui dana alokasi khusus (DAK) dengan tema ketahanan pangan.
Agus mengatakan, pemerintah belum dapat menangani seluruh ruas jalan yang mengalami kerusakan di Kabupaten Temanggung.
Namun, perbaikan dilakukan secara bertahap. Yakni dengan memprioritaskan ruas yang membutuhkan penanganan.
“Walaupun belum bisa memenuhi seluruh jalan di Kabupaten Temanggung, paling tidak kita bisa mencicil daerah yang jalannya sudah rusak dengan pelebaran dan pengaspalan jalan,” ujarnya.
Agus berharap, perbaikan tidak sekadar membuat jalan lebih nyaman dilalui. Namun, juga memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendukung perekonomian masyarakat.
Utamanya, bagi daerah yang aktivitas ekonominya berkaitan erat dengan sektor pertanian.
“Harapannya bisa bermanfaat bagi masyarakat, mempermudah konektivitas antarwilayah, dan menumbuhkan ekonomi serta memperlancar distribusi hasil pertanian,” katanya.
Kepala Kejaksaan Negeri Temanggung Arifin Arsyad menambahkan, proyek jalan jni dapat berjalan sesuai dengan kontrak. Baik dari sisi waktu pelaksanaan maupun mutu pekerjaan.
“Mudah-mudahan ini bermanfaat. Dan bisa berjalan sesuai kontrak, baik itu secara waktu dan mutu,” ujarnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo