RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Upaya menanamkan budaya antikorupsi sejak dini dilakukan Pemerintah Kabupaten Temanggung.
Yakni melalui ajang Integrity Champion Pelajar Kabupaten Temanggung 2026.
Kali ini, 28 kelompok pelajar mengikuti grand final ajang tersebut. Masing-masing kelompok beranggotakan dua siswa.
Mereka tidak hanya diuji dalam pemahaman, tetapi juga kemampuan mengimplementasikan nilai-nilai integritas.
Kepala Inspektorat Kabupaten Temanggung Kristri Widodo mengatakan, sebelumnya para peserta telah menjalani fase implementasi antikorupsi.
Yakni dengan melakukan kampanye integritas secara langsung di lingkungan sekolah hingga masyarakat.
Baca Juga: Adu Gagasan: Belasan Mahasiswa Unjuk Solusi Manifesto Antikorupsi
Kegiatan itu kemudian didokumentasikan dalam bentuk video, gambar, dan laporan sebagai bagian dari penilaian.
"Ini baru pertama. Ternyata dari seluruh peserta, ide-ide kreatifnya dalam mengemas nilai-nilai integritas dan antikorupsi luar biasa. Kami hargai itu," ujarnya, Kamis (24/9/2026).
Memasuki tahap grand final, para pelajar kembali diuji melalui public speaking.
Mereka harus mempresentasikan gagasan mengenai nilai-nilai integritas dan antikorupsi.
Lalu menghadapi uji kompetensi serta sesi tanya jawab di hadapan dewan juri.
Para pemenang akan mendapatkan trofi, sertifikat penghargaan, uang pembinaan.
Kemudiam ditetapkan melalui SK Bupati sebagai Duta Integritas Pelajar Kabupaten Temanggung.
Bupati Temanggung Agus Setyawan menegaskan, pendidikan antikorupsi tidak boleh berhenti pada slogan.
Nilai integritas harus dibentuk melalui kebiasaan sejak anak-anak masih berada di bangku sekolah.
"Harapan kita dari acara ini tidak hanya sekadar lomba, tapi betul-betul bisa menanamkan karakter anak-anak yang punya integritas yang memang antikorupsi," kata Agus.
Pembentukan karakter, lanjut Agus, dapat dimulai dari persoalan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
"Kalau biasanya baik, kalau tidak melakukan hal yang baik itu gelo. Makanya yang paling pas yang diambil adalah alternatif yang kedua. Gelo nek tidak melakukan hal-hal yang baik," ujarnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo