RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Program bus sekolah di Kabupaten Temanggung tidak sekadar menjadi sarana antar-jemput siswa.
Layanan gratis yang dikelola Dinas Perhubungan (Dishub) Temanggung ini, diarahkan untuk membantu pelajar yang kesulitan mendapatkan akses transportasi umum menuju sekolah.
Kepala Dishub Temanggung Eddy Cahyadi mengatakan, keberadaan bus sekolah difokuskan pada jalur yang belum terlayani angkutan umum.
Layanan ini diharapkan dapat menjangkau siswa yang tidak memiliki pilihan transportasi untuk berangkat maupun pulang sekolah.
“Bus sekolah ini melayani jalur yang tidak dilewati angkutan umum. Jadi memang untuk membantu anak-anak yang tidak terlayani transportasi umum,” kata Eddy kepada wartawan, Selasa (22/9/2026).
Baca Juga: Bus Trans Jateng Ruas Magelang-Temanggung Beroperasi 2027, Jepara-Pati 2028
Menurutnya, layanan bus sekolah menjadi alternatif bagi siswa yang tidak dapat diantar orang tua.
Terlebih, pelajar tingkat SMP dinilai belum semestinya mengendarai sepeda motor sendiri ke sekolah.
Saat ini, Dishub Temanggung mengoperasikan dua bus sekolah dengan dua rute.
Salah satunya melayani perjalanan dari kawasan Terminal Madureso menuju sejumlah sekolah ke arah Kedu.
Sekolah yang dilewati di antaranya SMPN 2 Temanggung, SMPN 5 Temanggung dan TK Pembina.
Sementara rute lainnya melayani kawasan Kranggan hingga Pringsurat. Rute tersebut melewati SMPN 1 Kranggan, SDN 2 Kranggan, SDN 1 Kranggan, MI salafiyah, MTs kyai Ronggo, SMP PGRI, SDN 1 Pendowo, SDN 2 Pendowo, SDN 1 Purwosari, SDN 3 Purwosari dan SMPN 2 kranggan.
Rute itu dipilih dengan mempertimbangkan kondisi layanan angkutan umum yang sudah tersedia.
Supaya bus sekolah tidak justru mengambil fungsi angkutan umum.
Setiap bus memiliki kapasitas sekitar 20 tempat duduk. Namun, jumlah penumpang tidak selalu penuh karena siswa naik dan turun di sejumlah titik sepanjang perjalanan.
Dishub juga tidak memaksakan bus mengangkut penumpang melebihi kapasitas.
Aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam pengoperasian layanan.
“Yang penting aman. Kami tidak ingin karena mengejar jumlah penumpang kemudian terjadi kelebihan muatan,” ujarnya.
Layanan bus sekolah telah berjalan sekitar lima tahun. Dalam pelaksanaannya, Dishub terus melakukan evaluasi. Itu berdasarkan kebutuhan siswa dan kondisi di masing-masing rute.
Salah satu penyesuaian dilakukan pada rute Kranggan-Purwosari, Pringsurat. Dishub mendapati jumlah penumpang pada pagi hari menurun dalam beberapa waktu terakhir.
Setelah berkoordinasi dengan sekolah, diketahui sebagian siswa lebih banyak diantar orang tua pada pagi hari.
Kondisi tersebut kemudian menjadi pertimbangan Dishub untuk mengubah pola layanan.
Rute Purwosari kini diarahkan untuk layanan penjemputan pada siang hari, sekitar pukul 14.00.
“Jadi kami menyesuaikan dengan kebutuhan. Kalau pagi anak-anak banyak diantar orang tua, kami arahkan untuk penjemputan sore,” kata Eddy.
Sementara itu, Kabid Pengelolaan Perhubungan Dinas Perhubungan Temanggung, Agus Setiawan, mengatakan, rute Terminal Madureso-Kedu masih memiliki tingkat keterisian sekitar 50 hingga 70 persen pada pagi hari. Layanan tersebut tetap dipertahankan.
Agus menambahkan, keberadaan bus sekolah harus tetap memperhatikan keberlangsungan angkutan umum.
Karena itu, Dishub tidak sembarangan menentukan rute maupun waktu operasional.
Di sisi lain, terdapat permintaan dari masyarakat untuk menambah layanan maupun armada bus sekolah.
Namun, keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi salah satu pertimbangan.
Penambahan armada tidak hanya membutuhkan biaya pembelian kendaraan.
Dishub juga harus menyiapkan anggaran untuk bahan bakar, suku cadang, serta perawatan kendaraan. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo