RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Badran Football School (BFS) Merah berhasil menempati posisi juara tiga bersama dalam turnamen Disarankan Bal-Balan Cup 2026.
Prestasi itu menjadi salah satu catatan dalam kiprah pembinaan sepak bola usia dini di Desa Badran.
Turnamen ini mempertemukan delapan Sekolah Sepak Bola (SSB) kelompok usia 9 tahun atau pemain kelahiran 2017.
Peserta berasal dari sejumlah daerah, mulai Temanggung, Magelang, hingga Kendal.
Baca Juga: Desa Badran Boyong Tiga Piala Pordes, Tampilkan Pepunden dalam Kirab Smara Pitara
Kepala Desa Badran Nopirmansyah mengatakan, turnamen Disarankan Bal-Balan Cup 2026 menjadi ajang kompetisi.
Itu sekaligus ruang bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman bertanding.
“Disarankan Bal-Balan Cup 2026 merupakan turnamen sepak bola usia dini yang mempertemukan tim-tim SSB kelompok usia 9 tahun atau kelahiran 2017,” kata Nopirmansyah.
Turnamen digelar dengan format pertandingan grup. Kemudian dilanjutkan ke babak knockout.
Format tersebut membuat setiap tim harus melewati sejumlah pertandingan sebelum menentukan posisi akhir.
Setelah seluruh pertandingan selesai, HW Biru Ngadirejo keluar sebagai juara event Disarankan Bal-Balan Cup 2026.
Posisi runner-up diraih Mutual Semesta. Sementara BFS Merah dan SS 79 Sukorejo A sama-sama menempati posisi juara tiga.
Nopirmansyah mengatakan, kompetisi ini tidak hanya berorientasi pada perebutan gelar.
Pertandingan juga menjadi wadah untuk mempertemukan klub-klub dari berbagai daerah. Ajang ini sekaligus mempererat silaturahmi antar pemain muda.
“Selain menjadi ajang kompetisi bagi para pemain muda, Disarankan Bal-Balan Cup 2026 juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antarklub,” ujarnya.
Kepala Desa Badran menyebut, pengalaman bertanding dalam suasana kompetisi yang sportif penting bagi pemain usia dini.
Anak-anak dapat memperoleh pengalaman menghadapi lawan dari luar daerah. Hal ini sekaligus mengembangkan kemampuan mereka melalui pertandingan.
“Memberikan pengalaman bertanding yang positif bagi anak-anak dalam suasana kompetisi yang sportif,” katanya.
Capaian BFS Merah di posisi tiga besar sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan pemain usia dini di tingkat desa memiliki ruang untuk berkembang.
Kompetisi antarsekolah sepak bola menjadi salah satu sarana bagi pemain muda untuk mengasah kemampuan dan mendapatkan pengalaman sebelum naik ke kelompok usia berikutnya.
“Event ini bagus. Karena mengasah kemampuan dan memberikan pengalaman kepada anak-anak,” tandasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo