Kemarau Panjang, Permintaan Bantuan Air Bersih di Temanggung Diprediksi Terus Bertambah

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 22:48 WIB
Warga mengisi galon kosong dengan distribusi air bersih dari BPBD Temanggung dan stakeholder. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)
Warga mengisi galon kosong dengan distribusi air bersih dari BPBD Temanggung dan stakeholder. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KabupatenTemanggung memprediksi jumlah warga yang membutuhkan bantuan air bersih akan
 bertambah. Apabila kondisi kemarau tanpa hujan masih berlangsung hingga awal
Oktober 2026.

Kepala BPBD Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, saat ini sejumlah wilayah masih mengandalkan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Permohonan bantuan juga mulai bertambah dari beberapa wilayah.

"Kalau satu bulan ini (September) masih seperti ini terus sampai awal Oktober,
 emungkinan jumlah penerima manfaat air bersihnya akan bertambah,"kata Totok saat dihubungi, Jumat (11/9/2026).

Perkembangan terakhir terdapat permohonan bantuan air bersih dari Desa Ngropoh dan Dusun Tanjungsari, Desa Kemloko.

Baca Juga: Mulai Kekeringan, Tiga Kecamatan di Wonosobo Digerojok 74 Ribu Liter Air Bersih

Penambahan itu membuat BPBD harus terus memantau kebutuhan air di masing-masing wilayah.

Terlebih, data rekapitulasi droping air hingga 11 September 2026, terdapat 2.357 KK terdampak kekeringan.

Meski begitu, BPBD Temanggung serta stakeholder telah menyalurkan bantuan hingga 510.000 liter air bersih.

Totok menyebut, distribusi hingga kini masih berjalan sesuai kebutuhan. BPBD mengirimkan rata-rata empat tangki air bersih setiap hari, termasuk pada akhir pekan.

Manakala kebutuhan di suatu wilayah meningkat, jumlah pengiriman dapat ditambah. BPBD juga membuka kemungkinan melakukan pengiriman tambahan berdasarkan laporan dari pemerintah desa.

Sejauh ini belum ada laporan warga maupun perangkat desa yang mengeluhkan jumlah air bersih yang diterima.

Artinya, pasokan yang dikirim masih relatif mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak

Di sisi lain, BPBD telah menyiapkan langkah antisipasi apabila kekeringan berlangsung lebih panjang. Dukungan anggaran melalui anggaran perubahan diperkirakan dapat digunakan untuk mendukung distribusi hingga sekitar 200 tangki air bersih. 

"Walaupun belum masuk DPA kami, tetap kita berjalan untuk pemenuhan kebutuhan air bersihnya," jelas Totok.

Totok memastikan, kondisi kekeringan akan terus dipantau. Jika hujan belum turun dan wilayah terdampak semakin luas, distribusi air bersih akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.

"Karena prediksinya Oktober masih sama. Semoga kondisi kekeringan di Temanggung masih bisa terkondisikan," tandas Totok. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
permohonan air bersih kekeringan BPBD Temanggung