Pilkades Serentak Temanggung : Kedu Pendaftar Balon Kades Terbanyak 10 Orang, Lowungu Nihil

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 19:12 WIB
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bankesbangpol) Kabupaten Temanggung, Tri Raharjo. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bankesbangpol) Kabupaten Temanggung, Tri Raharjo. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Temanggung mulai memasuki tahapan akhir pendaftaran dan verifikasi berkas calon. 

Plt Kepala Dinpermades Kabupaten Temanggung, Eko Budi Prasetyo, mengatakan, tahapan saat ini memasuki penyelesaian berkas calon.

Termasuk perpanjangan masa pendaftaran untuk desa yang belum memiliki calon.

Selanjutnya, seluruh dokumen pendaftaran calon yang masuk akan melalui proses sesuai ketentuan.

Dari 14 desa yang menggelar pilkades serentak, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, menjadi desa dengan jumlah pendaftar terbanyak. Mencapai 10 orang pendaftar.

Di Desa Malebo, Kecamatan Kandangan, terdapat lima pendaftar. Kemudian Desa Kertosari dan Nglarangan masing-masing empat pendaftar, serta Desa Tembarak dan Tegalrejo masing-masing tiga pendaftar.

Baca Juga: Pilkades 14 Desa di Kabupaten Magelang Menunggu Pendaftar Tambahan

Sementara itu, Desa Ketitang, Katekan, Pateken, Semen, Wonotirto, Sunggingsari, dan Gandon masing-masing memiliki dua pendaftar.

Adapun Desa Lowungu, Kecamatan Bejen, menjadi satu-satunya desa yang belum memiliki pendaftar hingga penutupan pendaftaran pada Agustus kemarin.

Karena itu, pendaftaran diperpanjang dan kembali dibuka pada 9-15 September 2026.

Eko mengakui, dinamika persaingan cukup terasa di sejumlah desa. Salah satunya di Desa Kedu yang diikuti 10 calon.

 "Ramai di sana. Tapi di desa lain juga sama. Apalagi ada incumbent seperti di Ketitang Jumo itu," ujar Eko menggambarkan dinamika pilkades di sejumlah wilayah.

Kendati demikian, proses pendaftaran dan pelaksanaan tahapan pilkades ditangani oleh panitia tingkat desa.

Pemantauan juga dilakukan secara berjenjang untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan.

Meski persaingan di sejumlah desa diprediksi cukup ketat, hingga kini belum ditemukan potensi gangguan yang menonjol.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bankesbangpol) Kabupaten Temanggung, Tri Raharjo mengatakan, kondisi di lapangan masih relatif kondusif.

Hal itu diketahui dalam sarasehan forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) yang secara khusus membahas antisipasi gangguan selama tahapan pilkades serentak.

"Kalau secara umum masih landai dan tidak ada gejolak," kata Tri ditemui di Pendopo Pengayoman, Rabu (9/9/2026).

Kegiatan itu menjadi forum untuk menghimpun informasi dari masing-masing kecamatan mengenai perkembangan tahapan pilkades.

Sebanyak 11 kecamatan yang memiliki desa penyelenggara Pilkades menyampaikan hasil pemantauan dan potensi kerawanan di wilayah masing-masing.

Dalam forum, unsur Dinpermades juga menyampaikan perkembangan tahapan pilkades.

Selain itu, unsur intelijen dari Polres Temanggung, Kodim, dan Kejaksaan turut dilibatkan untuk memantau dinamika yang berkembang.

Tri menyebut, sejauh ini belum ada laporan mengenai kerawanan yang membutuhkan penanganan khusus.

Namun, dinamika persaingan antarcalon tetap menjadi perhatian. Terlebih, pilkades memiliki karakteristik berbeda dengan pemilihan umum lainnya karena berlangsung langsung di tingkat desa.

"Ini sifatnya kegiatan yang dulu juga sudah pernah dilaksanakan, tetapi kecermatannya mungkin lain. Apalagi isu-isu nasional juga mestinya agak menjadi tersendiri terhadap isu pilkades," ujarnya. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
pilkades serentak 2026 lowungu eko budi prasetyo Kedu tri raharjo