Bangunan Tua SDN 2 Karangwuni Pringsurat Akhirnya Direvitalisasi

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 19:40 WIB
Bangunan SDN 2 Karangwuni, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung segera direvitalisasi. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)
Bangunan SDN 2 Karangwuni, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung segera direvitalisasi. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)
 

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Lebih dari empat dekade digunakan, bangunan SDN 2 Karangwuni, di Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, akhirnya mendapat program revitalisasi. 

Sebagian bangunan sekolah yang dibangun sejak era SD Inpres pada 1983 tersebut, kini akan diperbaiki secara menyeluruh.

Kepala SDN 2 Karangwuni Ufin Widiyati mengatakan, kondisi bangunan sekolah sudah cukup tua.

Itu menjadi salah satu alasan pihak sekolah mengajukan revitalisasi. 

Terlebih, sebelumnya terdapat bagian bangunan yang mengalami kemiringan akibat fondasi ambles.

“Awalnya sekolah ini agak miring karena ada fondasi yang ambles. Karena kekhawatiran itu kemudian kami sampaikan usulan revitalisasi,” kata Ufin, Selasa (8/9/2026).

Usulan itu akhirnya mendapat alokasi melalui program revitalisasi sekolah tahap II 2026. SDN 2 Karangwuni memperoleh anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk pembenahan sejumlah fasilitas.

Baca Juga: Revitalisasi 88 Sekolah di Temanggung Dimulai, Warga Diajak Ikut Awasi Pelaksanaan Proyek Swakelola

Revitalisasi akan menyasar dua bangunan utama. Masing-masing bangunan terdiri atas tiga ruang kelas. Sehingga, total terdapat enam ruang kelas yang masuk dalam pekerjaan revitalisasi.

Tak hanya ruang kelas, perbaikan juga mencakup musala, toilet, dan pagar sekolah. 

“Ini sudah mulai pekerjaannya. Jadi ditargetkan sekitar tiga bulan selesai. Ini dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan warga setempat,” kata Ufin.

Ia berharap, revitalisasi dapat memberikan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman bagi siswa maupun guru.

Saat ini SDN 2 Karangwuni memiliki 59 siswa yang tersebar dari kelas I hingga kelas VI. Rinciannya, kelas I sebanyak sembilan siswa, kelas II lima siswa, kelas III 13 siswa, kelas IV sembilan siswa, kelas V sembilan siswa, dan kelas VI sebanyak 16 siswa.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Daniel Indra Hartoko mengatakan, revitalisasi sekolah merupakan bagian dari program pemerintah pusat. Hal tersebut untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Pada tahap II 2026, terdapat sembilan sekolah di Kabupaten Temanggung yang mendapatkan program revitalisasi. Besaran anggaran setiap sekolah berbeda. Itu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

“Di tahap kedua ini ada sembilan sekolah. Salah satunya SDN 2 Karangwuni, Kecamatan Pringsurat. Nominal revitalisasi di sini sekitar Rp1,5 miliar yang sudah direncanakan,” ujar Daniel.

Menurutnya, program revitalisasi tidak hanya menyasar sekolah negeri. Lembaga pendidikan swasta, taman kanak-kanak (TK), hingga sekolah di lingkungan pondok pesantren dapat memperoleh bantuan serupa. Hanya saja harus memenuhi kebutuhan dan kriteria yang ditetapkan.

Daniel menjelaskan, pada tahap pertama sebelumnya, terdapat 13 sekolah di Temanggung yang mendapatkan program revitalisasi. Yakni dengan total anggaran lebih dari Rp10 miliar. Program itu direncanakan terus berlanjut. 

Untuk tahap III, sekitar 42 sekolah telah diusulkan mendapatkan revitalisasi. Jika rata-rata setiap sekolah memperoleh anggaran Rp1 miliar, kebutuhan anggaran untuk 42 sekolah tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp42 miliar.

“Besok di tahap ketiga, perencanaan kita ada 42 sekolah yang mau kita bangun. Kalau anggarannya masing-masing Rp1 miliar, bisa dihitung sekitar Rp42 miliar,” tandas Daniel. (dev/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
SDN 2 Karangwuni revitalisasi sekolah daniel indra hartoko