Harga Tembakau Temanggung Menunjukkan Tren Positif Grade E Tembus Rp350 Ribu per Kg

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 13:20 WIB
Pekerja sedang menata tembakau di keranjang. Pada musim panen tahun ini, harga tembakau menunjukkan tren baik. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)
Pekerja sedang menata tembakau di keranjang. Pada musim panen tahun ini, harga tembakau menunjukkan tren baik. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Harga tembakau hasil panen petani di Kabupaten Temanggung tahun ini, mulai menunjukkan tren positif. 

Di lapangan, harga tembakau dengan grade E disebut telah mencapai Rp350 ribu per kilogram.

Sementara tembakau grade C dan D berada pada kisaran Rp65 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.

Kendati demikian, kepastian serapan hasil panen oleh pabrikan masih menjadi perhatian.

Maka, Pemerintah Kabupaten Temanggung meminta industri rokok konsisten menyerap tembakau petani.

 Sehingga hingga seluruh hasil panen tembakau di Temanggung tahun ini terserap.

Baca Juga: Tak Melulu Andalkan Pabrikan, Tembakau Lembutan Dibidik Perluas Pasar Petani Temanggung

Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, harga tembakau saat ini relatif cukup baik meski belum dapat dikatakan sangat tinggi.

Range harga di lapangan sudah ada yang sampai di Rp350.000 untuk tembakau grade E di Lamuk (lereng Gunung Sumbing).

Kalau grade C-D itu average antara Rp65 ribu sampai Rp80 ribu,” ujarnya di Desa Barang, Kecamatan Jumo, Senin (31/8/2026)

Salah satu pabrikan besar yang diharapkan menyerap hasil panen tembakau tahun ini adalah Djarum.

Pabrikan tersebut berupaya menyerap hasil panen tahun ini.

Selain Djarum, sejumlah pabrikan lain juga disebut mulai melakukan pembelian tembakau petani Temanggung.

Di antaranya Wismilak, Sukun, Nojorono, Gajah Baru, Ares, serta sejumlah pabrikan golongan III.

“Sudah ada beberapa yang saya lihat dan saya dengar, saya sudah konfirmasi langsung. Djarum salah satu di antaranya, Wismilak, terus Sukun, Nojorono, Gajah Baru, Ares, dan beberapa pabrikan di golongan tiga yang lain sudah bergerak,” katanya.

Agus menilai, kondisi pasar tembakau saat ini cukup menggembirakan.

Bahkan, di sejumlah wilayah, satu perajan tembakau disebut bisa diperebutkan oleh beberapa pedagang. 

Kondisi tersebut membuatnya optimistis, serapan tembakau tahun ini dapat berjalan maksimal.

“Kalau kita lihat di beberapa daerah, satu prajan tembakau itu bisa diperebutkan beberapa pedagang tembakau. Ini real sampai hari ini. Tapi saya masih optimis selesai di tahun ini serapannya maksimal,” ujarnya.

Meski demikian, Agus mengingatkan petani tetap memperhatikan kualitas tembakau.

Sebab, masing-masing pabrikan memiliki standar tersendiri terhadap tembakau yang akan dibeli.

 Baca Juga: Pelatihan Pertanian Modern Sasar Keluarga Petani Tembakau Temanggung

Menurutnya, kualitas tembakau tidak hanya ditentukan pada saat panen.

Prosesnya dimulai sejak pengolahan tanah, penanaman, perawatan tanaman hingga proses pengolahan daun setelah dipanen.

“Banyak faktor yang menyebabkan itu. Mulai dari awal olah tanah sampai dengan akhir, sampai dengan pengolahan ini saling kait. Tidak bisa menyalahkan salah satu,” jelasnya.

Dalam penyerapan tembakau ini, sejumlah pabrikan menghendaki tembakau dengan varietas Jawa dan karakter nongula.

Persoalan kualitas menjadi tantangan tersendiri. Lantaran proses pengolahan tembakau dilakukan oleh ribuan petani dengan metode yang tidak selalu sama.

Namun, Agus menilai kualitas bahan tembakau yang dihasilkan petani Temanggung tahun ini cukup baik.

“Kalau melihat bahannya tahun ini, ini bahannya sangat baik dan sangat berkualitas,” katanya.

Kondisi ini, Agus berharap pabrikan tetap memberikan toleransi terhadap variasi hasil pengolahan petani.

Termasuk sekaligus memberikan harga terbaik. Sehingga, kualitas bahan baku yang baik dapat diikuti dengan serapan yang maksimal dan harga yang menguntungkan petani.

“Mudah-mudahan nanti ada toleransi-toleransi dari beberapa pabrikan. Harapan saya tetap pabrikan konsisten untuk bisa memberikan harga yang terbaik untuk petani,” tandas Agus. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
Grade E Bupati Temanggung Agus Setyawan harga tembakau