RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Temanggung mulai merambah pelatihan berbasis sektor pertanian modern.
Tahun ini, terdapat pelatihan hidroponik melalui program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Kegiatan ini diperuntukan bagi keluarga petani tembakau.
Kepala UPTD BLK Dinperinaker Temanggung Fidian Ernawati mengatakan, aloksi DBHCHT 2026 untuk pelatihan kerja sebanyak Rp 300 juta.
Tidak hanya sektor pertanian, bidang pelatihan kerja meliputi finishing mebel dengan teknik cat semprot, desain grafis dan sablon, pengelasan SMAW 3G, pengolahan makanan kekinian, serta servis sepeda motor sistem injeksi.
"Untuk alokasi DBHCHT ini memang peserta harus dari keluarga petani tembakau. Denga harapan keterampilan yang diperoleh dapat membuka peluang kerja maupun usaha baru," katanya saat diwawancara Rabu (26/8/2026).
Fidian menyebut, masing-masing pelatihan dibuka satu kelas dengan kapasitas 16 peserta.
"Untuk hidroponik ini baru perdana dilaksanakan di BLK. Ini juga mendukung visi dan misi Pak Bupati, salah satunya pertanian hidroponik," ujarnya.
Pembukaan pelatihan hidroponik merupakan bentuk penyesuaian BLK terhadap kebutuhan masyarakat.
Termasuk, perkembangan sektor pertanian. Pelatihan tidak hanya diarahkan untuk mencetak tenaga kerja industri, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha secara mandiri.
Fidian mengatakan, peluang usaha di bidang hidroponik cukup terbuka. Seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap pangan sehat.
Sistem tersebut juga dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin tetap bertani dengan lahan terbatas.
"Kalau hidroponik itu tidak menutup usia. Berapa pun bisa belajar dan bisa berwirausaha," katanya.
Pelatihan hidroponik tersebut juga merupakan hasil kolaborasi BLK dengan Dinas Pertanian.
Dalam kerja sama itu, Dinas Pertanian berperan pada sisi fisik pengembangan greenhouse, sedangkan BLK menyiapkan sumber daya manusia melalui pelatihan.
"Kami diminta untuk kolaborasi, di mana fisiknya turun ke Dinas Pertanian, sedangkan SDM-nya di BLK. BLK itu untuk pelatihan SDM," jelasnya.
Adapun pendaftaran enam jenis pelatihan tersebut, telah dibuka sejak 10-28 Agustus.
Seleksi peserta dijadwalkan pada 31 Agustus, dilanjutkan pengumuman dan daftar ulang. Pelaksanaan pelatihan dijadwalkan mulai 7 September hingga 1 Oktober 2026.
"Kami ingin menyisir masyarakat Temanggung yang tidak mendapatkan bantuan pelatihan dari APBN atau program lainnya," tandasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo