Kasus Dugaan Penyalahgunaan Air Bersih, Warga Tretep Temanggung Kembali Geruduk Balai Desa

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:48 WIB
Ilustrasi demo warga di balai desa. Selasa malam warga Bendungan Tretep menggeruduk balai desa setempat dugaan kasus penyalahgunaan air. (AI)
Ilustrasi demo warga di balai desa. Selasa malam warga Bendungan Tretep menggeruduk balai desa setempat dugaan kasus penyalahgunaan air. (AI)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Persoalan distribusi air kembali memicu ketegangan di wilayah Kecamatan Tretep, Kabupaten Temanggung.

Kali ini, sejumlah warga berkumpul di Balai Desa Bendungan, Selasa malam (25/8/2026). 

Menyusul dugaan penyalahgunaan air oleh oknum yang disebut-sebut berkaitan dengan jual beli air tanpa sepengetahuan warga.

Persoalan itu disebut berdampak terhadap distribusi air ke masyarakat. Warga menduga adanya praktik jual beli air membuat pasokan yang seharusnya mengalir ke desa tidak sampai secara optimal.

Kedatangan warga ke Balai Desa Bendungan menjadi buntut persoalan yang sebelumnya juga sempat mencuat.

Situasi sempat memanas pada malam hari. Namun mampu diredakan dengan proses mediasi pada Rabu (26/8/2026).

Baca Juga: Pasokan Air Minum Warga Desa Tretep TemanggungTerganggu, Ternyata Air Pamsimas Dipakai Aliri Ladang

Camat Tretep Edi Prasetyo membenarkan adanya ketegangan tersebut. Menurutnya, kondisi di lapangan sempat sulit untuk diajak berdiskusi karena emosi warga masih tinggi.

"Kalau tadi (malam) kondisinya begitu, tidak bisa diajak diskusi. Panas," ungkap Edi saat dikonfirmasi Selasa malam.

Mendapati kondisi tersebut, Edi bersama jajaran Muspika Kecamatan Tretep kemudian turun langsung untuk menenangkan warga. Kepala desa dan unsur TNI juga turut berada di lokasi.

"Sudah terkondisikan. Saya datang bersama teman-teman, Muspika sudah komplet, Pak Kades juga datang, dari TNI juga datang untuk mengondisikan," jelasnya.

Edi mengatakan, pihaknya memilih menenangkan situasi terlebih dahulu sebelum mengumpulkan pihak-pihak terkait untuk membahas persoalan tersebut secara lebih lanjut.

Terkait dugaan penyalahgunaan maupun jual beli air, Edi belum memberikan kesimpulan. Ia menyebut persoalan tersebut perlu dibahas secara hati-hati. Supaya tidak terjadi kesalahpahaman atau tudingan sepihak.

Pihak kecamatan juga masih menunggu arahan Bupati Temanggung Agus Setyawan. Itu terkait langkah pemeriksaan lebih lanjut. "Nanti saya kabari Pak Bupati. Terkait pemeriksaan tetap menunggu arahan Pak Bupati," ujarnya.

Sementara itu, hingga Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 14.14, proses mediasi antara pihak-pihak yang berkepentingan masih berlangsung.

Saat dikonfirmasi, Camat Tretep Edi Prasetyo menyebut proses mediasi masih berlangsung.

"Nanti ya Mbak setelah kami laporan ke Bapak Bupati. Ini masih proses mediasi," katanya Rabu sore. Mediasi diharapkan dapat menemukan titik terang atas persoalan distribusi air yang dikeluhkan warga.

Pemerintah kecamatan juga diharapkan dapat memastikan persoalan tersebut segera diselesaikan. Sehingga distribusi air kepada masyarakat kembali berjalan sebagaimana mestinya.

Peristiwa ini sempat viral di media sosial. Disebutkan malam itu (25/8/2026) beberapa warga berkumpul di Balai Desa Bendungan, Tretep.

 Kronologi sama seperti yang kemarin, dugaan jual beli air tanpa sepengetahuan warga. Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pemerintah maupun pihak terkait. (dev/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
penyalahgunaan air bersih desa bendungan tretep camat tretep geruduk balai desa