Daftar Pilkades Diantar Massa Bersalawat, Sinyal Kuat  Warga Ingin Lanjutkan Kepemimpinan Geri Setiawan

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:16 WIB
Geri Setiawan petahana Kades Ketitang, Jumo diantar ratusan orang sembari melantunkan salawat saat mendaftar pilkades, Kamis (20/8/2026). (Istimewa)
Geri Setiawan petahana Kades Ketitang, Jumo diantar ratusan orang sembari melantunkan salawat saat mendaftar pilkades, Kamis (20/8/2026). (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Temamggung — Ada yang berbeda dari pendaftaran bakal calon Kepala Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Kamis (20/8/2026).

Bukan dengan iring-iringan kendaraan mewah. Bukan pula dengan rombongan kecil.

Hari itu, sekitar 450 orang berjalan kaki dengan penuh semangat, mengantarkan Geri Setiawan, petahana Kepala Desa Ketitang, menuju tempat pendaftaran.

Baca Juga: Pilkades Serentak 2026 di Temanggung Digelontor Rp 481 Juta, Tiap Desa Rp 30 Juta hingga Rp 35 Juta

Barisan massa membentang sekitar satu kilometer tanpa putus.

Yang membuat suasana semakin menggugah, langkah ratusan warga tersebut diiringi lantunan salawat. Suara salawat menggema sepanjang jalan desa, berpadu dengan semangat warga yang berjalan bersama.

Satu kilometer. 450 orang. Berjalan kaki. Bersalawat. Tanpa putus.

Pemandangan itu bukan sekadar iring-iringan pendaftaran. Ia menjadi sebuah pesan politik yang kuat, ada energi masyarakat yang ingin melihat kepemimpinan Geri Setiawan kembali dilanjutkan.

Langkah kaki warga hari itu seolah berbicara lebih keras daripada spanduk dan slogan.

Mereka datang bukan hanya untuk mengantar seorang bakal calon kepala desa.

Mereka datang membawa harapan agar berbagai program dan inovasi yang telah dibangun selama kepemimpinan Geri tidak berhenti di tengah jalan.

Geri Setiawan merupakan petahana yang selama menjabat dikenal agresif mendorong prestasi dan inovasi Desa Ketitang.

Berbagai penghargaan berhasil diraih, mulai dari tingkat Kabupaten Temanggung hingga tingkat nasional.

Salah satu pencapaian yang paling membanggakan adalah keberhasilan membawa Desa Ketitang menjadi Desa Terbersih se-Kabupaten Temanggung tahun 2022.

Dari capaian tersebut, Ketitang kemudian semakin dikenal sebagai desa yang layak menjadi rujukan.

 Berbagai pihak datang untuk melihat dan belajar, termasuk Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup, hingga Bappenas.

Ketitang menjadi perhatian karena keberhasilannya dalam berbagai program, mulai dari tani pekarangan, pengelolaan lingkungan, hingga desa percontohan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Namun Geri tidak berhenti pada penghargaan.

Ia juga mendorong pembangunan desa dan memperkuat pelayanan masyarakat.

Salah satu inovasi yang lahir dari Desa Ketitang adalah program 0 Kilometer (0 Km), sebuah pendekatan pelayanan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pelayanan pemerintahan desa.

Inovasi tersebut bahkan berkembang menjadi salah satu inovasi yang mendapat perhatian di tingkat Kabupaten Temanggung dan mulai dilirik pemerintah pusat.

Karena itu, tidak mengherankan ketika dukungan terhadap Geri kembali muncul.

Sebanyak 450 warga berjalan kaki bukan sekadar menghabiskan tenaga.

Mereka sedang mempertontonkan sebuah kekuatan sosial, bahwa ketika warga merasa memiliki pemimpinnya, mereka tidak keberatan melangkahkan kaki bersama.

Dan ketika langkah itu disertai salawat, suasananya menjadi jauh lebih emosional.

Di sepanjang perjalanan, lantunan salawat menggema.

Warga berjalan dalam satu barisan, penuh semangat, membawa suasana pendaftaran bakal calon kepala desa menjadi sebuah momentum yang sulit dilupakan.

Ini bukan sekadar pendaftaran. Ini adalah parade harapan.

Harapan untuk pembangunan yang berkelanjutan.

Harapan agar inovasi desa terus berkembang. Harapan agar pelayanan masyarakat semakin dekat.

Dan harapan agar prestasi Desa Ketitang tidak berhenti pada satu periode kepemimpinan.

Bagi pendukungnya, Geri Setiawan bukan sekadar calon petahana.

 Ia dipandang sebagai sosok yang telah membuktikan bahwa desa bisa bergerak cepat ketika memiliki kepemimpinan yang berani berinovasi.

Kini, Geri kembali diminta masyarakat untuk melanjutkan  kepemimpinan untuk delapan tahun ke depan.

Apakah 450 langkah warga pada 20 Agustus 2026 akan menjadi awal dari langkah yang lebih panjang?

Waktu dan suara masyarakat Ketitang yang akan menjawab.

Namun satu hal telah tercatat hari itu, 450 orang berjalan kaki. Satu kilometer tanpa putus. Salawat menggema. Semangat membara.

Dan sebuah pesan kuat telah disampaikan dari Ketitang: mereka ingin pembangunan terus dilanjutkan. (rls/dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
pendaftaran kepala desa petahan kades ketitang jumo Geri setiawan salawat