RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Dampak kekeringan di Kabupaten Temanggung semakin meluas. Hingga 20 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung, telah menyalurkan 305.000 liter air bersih ke sejumlah wilayah terdampak.
Hasil rekapitulasi data BPBD Temanggung periode 1 Januari hingga 20 Agustus 2026, distribusi air bersih dilakukan sebanyak 61 kali dropping menggunakan tangki air. Bantuan telah menyasar 1.984 kepala keluarga (KK) atau sekitar 7.285 jiwa.
Kalak BPBD Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, distribusi air bersih dilakukan berdasarkan laporan kebutuhan masyarakat. Itu berada di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air akibat kondisi kering.
Data BPBD mencatat, sedikitnya terdapat 15 desa dari 10 kecamatan yang masuk dalam sebaran lokasi kekeringan.
Baca Juga: Kekeringan Melanda Sembilan Kecamatan di Temanggung, BPBD Telah Salurkan 185 Ribu Liter Air Bersih
Sejumlah fasilitas pendidikan dan pondok pesantren juga turut menjadi sasaran distribusi air bersih.
"Sekarang memang ada ponpes dan sekolah yang minta dropping," katanya Kamis (20/8).
Totok menerangkan, wilayah terdampak kekeringan tersebar mulai Kecamatan Ngadirejo, Gemawang, Kaloran, Kranggan, Tlogomulyo, Jumo, Selopampang, Tembarak, Pringsurat hingga Kedu.
Di Kecamatan Ngadirejo, distribusi dilakukan di Desa Katekan, tepatnya Dusun Papringan. Sementara di Kecamatan Gemawang menyasar Desa Ngadisepi, yakni Dusun Pelahan dan Pondok Pesantren Fathul Mubarok.
Kemudian di Kecamatan Kaloran, bantuan diberikan ke Desa Kaloran, Dusun Balong.
Totok menyebut, Kecamatan Kranggan menjadi salah satu wilayah dengan sebaran lokasi cukup banyak. Distribusi mencakup Desa Gentan yang meliputi Dusun Sejarak, Suruh, Gentan, Kalimanyung, Setro, Wonogiri dan Dempel.
Selain itu, bantuan juga menyasar Desa Kemloko di Dusun Dukuh, Ploso dan Puspan. Kemudian Desa Klepu meliputi Dusun Klepu, Sirowo, Tempuran dan Pringapus. Serta Desa Pendowo di Dusun Kebonsari dan Slagen.
"Paling banyak (distribusi) di wilayah Kranggan," kata Totok.
Kondisi kekeringan juga berdampak pada sejumlah fasilitas pendidikan. Di Kecamatan Selopampang, dropping air dilakukan ke Desa Tanggulanom, khususnya SDN 1 Tanggulanom dan SDN 2 Tanggulanom.
Bantuan juga menyasar SD 2 Jetis di Desa Jetis. Sementara di Kecamatan Tembarak, distribusi dilakukan ke MI Darut Thulab, Desa Botoputih.
"Distribusi air bersih terus kami lakukan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kami juga meminta masyarakat yang membutuhkan bantuan air segera berkoordinasi atau melapor agar dapat ditindaklanjuti," kata Totok.
Sementara di Kecamatan Tlogomulyo, bantuan menyasar Desa Losari, Dusun Dampit.
Sedangkan di Kecamatan Jumo, terdapat tiga desa yang masuk dalam sebaran lokasi. Yakni Desa Jumo di Dusun Bondalem, Desa Jamusan di Dusun Jamusan dan Pagerjurang, serta Desa Kertosari di Dusun Toro.
Berikutnya, di Kecamatan Pringsurat, distribusi dilakukan di Desa Ngipik, Dusun Dempel. Bantuan juga menyasar Desa Klepu, meliputi Dusun Tambakboyo, Kaligandu dan Pringapus.
Adapun di Kecamatan Kedu, lokasi terdampak berada di Desa Ngadimulyo, Dusun Craken.
Totok menegaskan, penanganan kekeringan tidak hanya dilakukan dengan dropping air bersih.
BPBD juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air, terutama seiring berlanjutnya musim kemarau.
Berdasarkan data BPBD, distribusi air bersih sebagian besar menggunakan anggaran APBD Kabupaten Temanggung. Selain itu, terdapat dukungan dari bantuan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Dengan jumlah distribusi yang telah mencapai 305 ribu liter, BPBD Temanggung masih menyiagakan armada dan personel untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Terlebih, kondisi kemarau diperkirakan masih membuat sejumlah wilayah mengalami keterbatasan sumber air.
"Yang terpenting masyarakat tidak perlu khawatir. Kami akan terus melakukan pemantauan dan dropping air sesuai kebutuhan serta laporan dari wilayah," ujar Totok. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo