Kapasitas Sekolah Rakyat Temanggung Naik hingga 2.260 Siswa, Kebutuhan Menjadi Lahan 7,5 Hektare

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:51 WIB
Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung Tri Winarno. (Dok Jawa Pos Radar Magelang)
Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung Tri Winarno. (Dok Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Rencana pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Temanggung mengalami perubahan kapasitas. 

Jumlah siswa yang akan ditampung diproyeksikan meningkat hampir dua kali lipat. Mulanya hanya menampung 1.180 siswa.

Kini menjadi 2.260 siswa. Bahkan, kapasitas tersebut masih berpeluang ditambah hingga 2.500 siswa.

Peningkatan itu berdampak pada kebutuhan lahan. Pemkab Temanggung kini membutuhkan sedikitnya 7,5 hektare lahan untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat. Mencakup jenjang SD, SMP hingga SMA dalam satu kawasan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Temanggung Tri Winarno mengatakan, perubahan kapasitas  membuat Pemkab harus kembali mengupayakan tambahan lahan.

Salah satunya melalui rencana hibah lahan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di sekitar Karang Gede seluas kurang lebih 2,5 hektare.

Baca Juga: Perluasan Sekolah Rakyat, Pemkab Temanggung Ajukan Lahan Tambahan 2,5 Hektare

Saat ini, Pemkab Temanggung telah memiliki lahan sekitar 5,3 hektare. Dengan tambahan sekitar 2,5 hektare dari Pemprov Jateng, kebutuhan lahan minimal 7,5 hektare diharapkan dapat terpenuhi.

Namun, proses mendapatkan tambahan lahan tersebut tidak mudah. Pada pengajuan awal, permintaan Pemkab Temanggung sempat ditolak karena lahan milik Pemprov masih digunakan untuk kepentingan pertanian.

Pemkab kemudian kembali melakukan komunikasi dengan Pemprov setelah mengetahui adanya peningkatan kapasitas Sekolah Rakyat.

"Awalnya ditolak karena memang masih digunakan untuk fungsi pertanian di pemerintah provinsi. Tapi begitu kita melihat perkembangan bahwa Sekolah Rakyat di Temanggung ditingkatkan kapasitasnya menjadi dua kali lipat, kita bicara lagi," jelasnya Rabu (19/8/2026).

Dalam komunikasi tersebut, Pemkab Temanggung awalnya berharap bisa mendapatkan seluruh kebutuhan lahan tambahan.

Namun, setelah dilakukan pembahasan, Pemprov mengarahkan pemberian lahan 2,5 hektare karena Pemkab telah memiliki lahan 5,3 hektare.

Saat ini proses administrasi hibah lahan tersebut masih berjalan di tingkat Pemprov Jateng.

Meski belum final secara administrasi, Winarno mengaku, telah mendapat sinyal positif dari jajaran pemerintah provinsi.

"Kepala Badan Aset sudah telepon dengan saya. Insyaallah permohonan Temanggung bisa dikabulkan untuk mendukung program nasional," ungkapnya.

 Di tengah penyesuaian kapasitas dan kebutuhan lahan, Pemkab Temanggung memastikan program Sekolah Rakyat tetap masuk dalam batch ketiga. Pelaksanaan pembangunan diperkirakan dimulai Oktober mendatang. (dev/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
kapasitas sekolah rakyat karanggede hibah lahan tri winarno