Momen Kemerdekaan, Pendaki Gunung Sindoro Tembus 1.000 Orang, Waspadai Ancaman Kebakaran

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:51 WIB
Pengibaran bendera merah putih di Gunung Sindoro, kemarin untuk memeringati HUT ke-81 Republik Indonesia. (Istimewa)
Pengibaran bendera merah putih di Gunung Sindoro, kemarin untuk memeringati HUT ke-81 Republik Indonesia. (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID,Temanggung– Aktivitas pendakian Gunung Sindoro meningkat selama momentum libur panjang dan malam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. 

Jumlah pendaki yang menuju puncak melalui Basecamp Grasindo, Kecamatan Kledung, Temanggung, mencapai 1.000 orang.

Kepadatan pendaki tersebut membuat Tim SAR BPBD Kabupaten Temanggung meningkatkan kesiapsiagaan. 

Selain mengantisipasi potensi kecelakaan di jalur pendakian, petugas juga mewaspadai ancaman kebakaran lantaran kondisi kawasan yang kering.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola Basecamp Grasindo untuk meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas para pendaki.

Saat ini, kondisi pendakian tergolong aman. Bahkan, pengibaran bendera di Gunung Sindoro berlangsung lancar.

Baca Juga: Sindoro Sumbing Triathlon Genjot Sport Tourism, Jadi Magnet Wisatawan

"Kami meminta bantuan dari Basecamp Grasindo di Kledung, bersama petugas basecamp untuk mengingatkan para pendaki.

Posisi di basecamp cukup padat dan banyak pendaki, sehingga kami meminta agar tetap berhati-hati dan menjaga kondisi," kata Totok.

Menurutnya, kondisi musim kering menjadi perhatian tersendiri. Vegetasi di kawasan Gunung Sindoro yang mengering membuat api mudah menjalar apabila pendaki tidak berhati-hati.

Karena itu, pendaki diminta tidak membuat api unggun selama berada di kawasan pendakian.

Terlebih, dengan jumlah pendaki yang mencapai sekitar 1.000 orang, potensi kelalaian menjadi lebih besar.

"Dengan kondisi kekeringan saat ini, sangat berbahaya apabila ada pendaki yang membuat api unggun. Bisa saja karena kelalaian atau hal lainnya," ujarnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD menyiagakan empat personel  tim SAR di Basecamp Grasindo.

Petugas tidak hanya berjaga di basecamp, tetapi juga melakukan pemantauan secara bergerak di kawasan pendakian.

Totok mengatakan, edukasi kepada pendaki menjadi salah satu upaya penting untuk mencegah terjadinya insiden.

Pengelola basecamp diminta terus mengingatkan pendaki mengenai potensi bahaya selama berada di jalur.

"Karena itu, kami meminta pihak basecamp terus memberikan edukasi kepada para pendaki," tegasnya.

Peningkatan jumlah pendaki terjadi seiring libur panjang yang dimulai sejak Sabtu. Momentum tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata, termasuk melakukan pendakian Gunung Sindoro.

BPBD mengimbau pendaki tidak hanya memperhatikan keselamatan diri, tetapi juga menjaga kondisi lingkungan.

Pendaki diminta mematuhi seluruh aturan yang berlaku, memastikan kondisi fisik tetap prima, serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Jika menemukan kondisi darurat selama perjalanan, pendaki juga diminta segera melapor kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti.

"Yang paling penting tetap berhati-hati, menjaga kondisi fisik, tidak menyalakan api sembarangan, dan segera melapor kepada petugas apabila menemukan kondisi darurat di jalur pendakian," tandas Totok. (dev/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
pendaki sindoro bacecamp gradisondo kledung waspadai kebakaran bentangkan bendera kemerdekaan