RADARMAGELANG.ID, Temanggung – Tiga warga Desa Campursalam, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung, yang menjadi korban kecelakaan di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, akhirnya dipulangkan dan dimakamkan di kampung halaman, Minggu (16/8/2026) malam.
Ketiga korban yakni Slamet Riyanto, Wuiyanto, dan Faozan Ridlo.
Ketiganya merupakan warga Desa Campursalam dan masih memiliki hubungan kekerabatan.
Ketiga korban meninggal setelah kendaraan yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, Jumat (14/8/2026).
Saat itu, mereka dalam perjalanan menuju Kalimantan Utara untuk bekerja.
Setelah kejadian, ketiga jenazah sempat disemayamkan di RSUD Abdul Rivai Berau. Pemulangan jenazah sempat terkendala biaya .
Lantaran keluarga korban tidak mampu menanggung biaya pengiriman tiga jenazah sekaligus.
Dari hasil koordinasi Pemerintah Kecamatan Parakan dengan keluarga korban, biaya pemulangan diperkirakan mencapai Rp111 juta.
Biaya tersebut terdiri dari penerbangan kargo sebesar Rp32 juta per jenazah atau Rp96 juta untuk tiga jenazah, serta biaya peti jenazah Rp5 juta per jenazah atau Rp15 juta.
Atas peristiwa ini, Pemerintah Kabupaten Temanggung bersama Pemerintah Desa Campursalam kemudian membantu proses pemulangan ketiga jenazah hingga tiba di rumah duka.
Setelah tiba di rumah duka pada Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 19.05 WIB, ketiga jenazah disalatkan sebelum dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.
Kepala Desa Campursalam Hanif Ra'is mengatakan, ketiga korban berangkat merantau karena alasan ekonomi.
Mereka berencana bekerja di sebuah proyek penambangan di wilayah Kalimantan Utara.
"Mereka meninggalkan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah, baik SD maupun SMP. Bahkan, korban Faozan meninggalkan balita yang masih berusia satu tahun," ujarnya.
Hanif menyebut, proses pemulangan sempat terkendala besarnya biaya.
Namun, setelah pemerintah desa berkoordinasi dengan Pemkab Temanggung, ketiga jenazah akhirnya dapat dipulangkan.
"Pemdes tidak dapat memenuhi seluruh biaya pemulangan jenazah, tetapi setelah kami meminta tolong Pak Bupati, alhamdulillah jenazah korban akhirnya dapat dibawa pulang," katanya.
Salah seorang tetangga korban, Darus Ta'adi, mengatakan ketiganya baru pertama kali merantau ke Pulau Kalimantan.
Mereka mendapat informasi pekerjaan dari dua tetangga yang lebih dahulu bekerja di lokasi tersebut.
"Selama ini ketiga korban dikenal sebagai pekerja keras dan baik dalam bersosial," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan hadir di rumah duka.
Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Agus berharap, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.
"Semoga almarhum meninggal dalam keadaan syahid karena tengah berjuang untuk menafkahi keluarga. Semoga segenap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kesabaran," tandasnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo