RADARMAGELANG.ID, Temanggung — MI Salafiyah Kranggan menunjukkan keseriusannya dalam mempersiapkan diri sebagai Madrasah Adiwiyata Temanggung.
Hal itu ditunjukkan melalui kegiatan verifikasi awal yang dilakukan Tim DPRKPLH Kabupaten Temanggung bersama Tim Penilai Program Adiwiyata.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan madrasah dalam menerapkan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan.
Penilaian tidak hanya dilakukan terhadap aspek perencanaan dan administrasi, tetapi juga memastikan program lingkungan benar-benar diterapkan dalam praktik sehari-hari di lingkungan madrasah.
Dalam kegiatan tersebut hadir Pengawas Madrasah H. Miftahkul Hadi, M.Pd., Komite Madrasah KH. Ispadi Yusuf, Kepala MI Salafiyah Kranggan Subhan Habibi, S.Pd.I., serta guru dan tenaga kependidikan MI Salafiyah Kranggan.
Tim Penilai Program Adiwiyata dari unsur DPRKPLH Kabupaten Temanggung juga melakukan verifikasi bersama akademisi INISNU Temanggung dan pengawas madrasah dari Kementerian Agama Kabupaten Temanggung.
Kolaborasi lintas unsur tersebut diharapkan dapat menghasilkan penilaian yang objektif sekaligus mendorong penguatan budaya peduli lingkungan di satuan pendidikan.
Kepala MI Salafiyah Kranggan, Subhan Habibi, S.Pd.I., berharap seluruh warga madrasah dapat mempersiapkan program Adiwiyata dengan sungguh-sungguh agar setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak nyata.
“Kesiapan lembaga akan terlihat dari kesungguhan seluruh sivitas dalam menjaga dan merawat lingkungan madrasah, sejalan dengan semangat program Adiwiyata,” ungkapnya.
Sementara itu, Pengawas Madrasah H. Miftahkul Hadi, M.Pd., menekankan bahwa komitmen terhadap program Adiwiyata harus dibuktikan melalui perencanaan dan pelaksanaan program lingkungan hidup yang terdokumentasi dengan baik.
“Komitmen harus dibuktikan melalui dua hal yang saling berkaitan, yakni perencanaan dan pelaksanaan program lingkungan hidup yang terdokumentasi.
Keterlibatan seluruh stakeholder juga penting agar program tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi menjadi agenda yang terus hidup dalam budaya madrasah yang dilandasi kesadaran bersama,” jelasnya.
Perwakilan Tim Penilai Adiwiyata Temanggung, Andrian Gandi W., menegaskan, Adiwiyata merupakan proses panjang yang perlu diawali dengan kesadaran bersama seluruh warga madrasah.
“Program Adiwiyata merupakan proses membangun kesadaran, karakter, dan budaya peduli lingkungan melalui kegiatan yang nyata, konsisten, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Akademisi Inisnu Temanggung tersebut juga menilai bahwa keberhasilan program Adiwiyata sangat ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan program, keterlibatan seluruh warga madrasah, serta dampak nyata yang dirasakan oleh sivitas madrasah.
Lebih lanjut, tim penilai menjelaskan bahwa kesiapan lembaga dapat dilihat dari konsistensi perencanaan, pelaksanaan, dan keterlibatan warga madrasah dalam berbagai aktivitas lingkungan hidup.
Komitmen untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, bersih, nyaman, dan berkelanjutan juga menjadi salah satu aspek penting dalam program tersebut.
Verifikasi awal menjadi momentum bagi madrasah untuk melakukan evaluasi dan pembenahan sejak dini sebelum memasuki tahapan penilaian berikutnya.
Melalui proses ini, madrasah dapat mengetahui berbagai kekuatan yang telah dimiliki sekaligus mengidentifikasi aspek yang masih perlu diperkuat agar pelaksanaan program Adiwiyata semakin matang.
Dalam proses verifikasi, tim penilai melakukan pengecekan terhadap dokumen dan bukti pelaksanaan kegiatan yang menjadi bagian penting dalam penilaian Adiwiyata.
Selain memeriksa kelengkapan administrasi, tim juga melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memastikan program lingkungan hidup benar-benar diterapkan.
Sejumlah aspek yang diperhatikan meliputi kebijakan lingkungan madrasah, keterlibatan warga madrasah, pengelolaan sarana dan prasarana lingkungan, pengelolaan sampah, penataan ruang terbuka dan area hijau.
Penghematan energi dan air, serta pelaksanaan edukasi lingkungan dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas sehari-hari.
Berdasarkan hasil pengamatan, tim penilai turut memberikan sejumlah rekomendasi kepada MI Salafiyah Kranggan sebagai madrasah calon Adiwiyata.
Madrasah didorong untuk memperkuat komitmen seluruh warga melalui pembagian peran yang lebih jelas antara guru, tenaga kependidikan, siswa, wali siswa dan pengelola lingkungan/stakeholders.
Program lingkungan juga diharapkan dilaksanakan secara rutin dan menjadi bagian dari kebiasaan harian, bukan hanya dijalankan ketika mendekati masa penilaian.
Selain itu, tim menekankan pentingnya penguatan dokumentasi kegiatan agar seluruh aktivitas yang telah dilakukan memiliki catatan yang rapi dan konsisten.
Dokumentasi tersebut diperlukan untuk menunjukkan kesinambungan antara perencanaan, pelaksanaan, dan hasil program lingkungan hidup yang telah dijalankan madrasah.
Melalui kegiatan verifikasi awal ini, Tim DPRKPLH Kabupaten Temanggung bersama Tim Penilai Program Adiwiyata berharap MI Salafiyah Kranggan dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan. (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo