Jelang Penilaian Adipura, Temanggung Gelar Eco Walk Sepanjang 2 Kilometer sambil Pungut Sampah

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:56 WIB
Kegiatan eco walk yang dilakukan DPRKPLH dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (Istimewa)
Kegiatan eco walk yang dilakukan DPRKPLH dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempersiapkan Kabupaten Temanggung menghadapi penilaian Adipura 2026 terus dilakukan. 

Salah satunya melalui kegiatan eco walk yang digelar Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung.

Kegiatan tersebut dikemas dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Peserta tidak hanya diajak berjalan santai, tetapi juga memungut sampah di sepanjang rute yang dilalui.

Kepala DPRKPLH Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei mengatakan, kegiatan mengusung tema Merdeka Sampah, Merdeka Iklim untuk Menuju Temanggung Asri.

Tema itu sekaligus menjadi bagian dari upaya mengimplementasikan program lingkungan hidup yang didorong pemerintah pusat.

Baca Juga: 60 Pengurus Bank Sampah Dilantik di TPA Sanggrahan Temanggung, Kepala DPRKPLH Dwi Sukarmei : Agar Memahami Kondisi Riil Pengelolaan Sampah

“Tidak hanya memahami kemerdekaan sebagai upacara, tetapi kita harus merdeka dari sampah, merdeka dari lingkungan dan iklim agar menjadikan Temanggung yang asri,” katanya, Kamis (13/8/2026).

Eco walk menempuh rute lebih dari dua kilometer. Peserta berjalan mulai dari depan kantor DPRKPLH, menyusuri lingkungan sekitar, kemudian kembali lagi ke kantor DPRKPLH. Sepanjang perjalanan, peserta diminta memungut sampah yang ditemukan di sisi kanan maupun kiri jalan.

“Kita ingin melihat betul di sana ada sampah atau tidak. Nanti hasilnya kita potret untuk kemudian menjadi bahan evaluasi dalam rangka menyambut Adipura 2026,” ujarnya.

Dwi menyebut, penilaian Adipura 2026 direncanakan mulai dilakukan pada September mendatang.

Karena itu, berbagai persiapan dilakukan sejak sekarang. Itu termasuk memperkuat kesadaran masyarakat dan seluruh unsur pengelola kebersihan.

Menariknya, sampah yang terkumpul dalam kegiatan tersebut tidak seluruhnya dibuang. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomi akan disalurkan kepada bank sampah untuk dikelola dan dijual.

Sementara sampah yang tidak dapat dikelola akan dimanfaatkan sebagai bahan pupuk atau humus untuk tanaman nonpangan.

“Yang bisa terkelola akan kami jual melalui bank sampah. Yang tidak bisa terkelola kami buat pupuk atau humus untuk tanaman nonpangan,” jelasnya.

Dwi menambahkan, penguatan bank sampah menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan sampah di Temanggung. 

Sementara itu, Wakil Bupati Temanggung drg Nadia Muna mengatakan, kegiatan ini  juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh unsur yang bergerak di bidang kebersihan.

Menurutnya, kegiatan tidak hanya diikuti jajaran DPRKPLH. Tetapi juga paguyuban sampah dan para pihak yang selama ini terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Nadia menegaskan, gerakan menjaga kebersihan juga dilakukan hingga tingkat desa. 

Terkait target kembali meraih penghargaan Adipura, Nadia mengatakan Pemkab Temanggung akan mengerahkan berbagai upaya. Temanggung sendiri disebut telah sekitar tujuh kali belum kembali mendapatkan penghargaan tersebut.

“Tentu kita akan berusaha. Semua usaha kita kerahkan, persiapan sudah kita siapkan. Tetapi hasilnya tentu membutuhkan proses karena sudah cukup lama,” tandasnya. (dev/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
pungut sampah Temanggung Eco Walk penilaian adipura DPRKPLH Temanggung Dwi Sukarmei