RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Mega proyek pembangunan gedung poliklinik RSUD Kabupaten Temanggung resmi dimulai.
Proyek dengan nilai kontrak Rp155 miliar tersebut, bakal menghadirkan gedung delapan lantai dan satu basement dengan luas bangunan 14.000 meter persegi.
Ground breaking proyek dilakukan Selasa (11/8/2026). Pembangunan di atas lahan sekitar 2.000 meter persegi itu, ditargetkan rampung pada akhir 2027.
Bupati Temanggung Agus Setyawan, menyebut, pembangunan gedung poliklinik sebagai salah satu proyek terbesar yang pernah dikerjakan di Kabupaten Temanggung.
Karena nilai investasinya besar, dia meminta seluruh pihak mengawal pembangunan sejak awal hingga proyek selesai.
“Ini proyek fenomenal di Kabupaten Temanggung. Dari informasi yang saya terima, ini proyek yang terbesar selama ini. Nilainya Rp155 miliar. Ini mega proyek di Kabupaten Temanggung,” kata Agus usai ground breaking.
Pembangunan gedung poliklinik merupakan bagian dari komitmen Pemkab Temanggung. Yakni dalam memperkuat pelayanan dasar, khususnya sektor kesehatan.
Gedung baru tersebut diharapkan mampu menambah kapasitas RSUD. Itu sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Bupati Temanggung Pastikan Evaluasi Belanja Operasional RSUD dan BUMD Dilakukan Menyeluruh
Selain itu, besarnya nilai proyek harus diikuti dengan pelaksanaan pekerjaan yang profesional. Kontraktor maupun pihak yang terlibat diminta tidak hanya mengejar penyelesaian pembangunan.
Melainkan juga memastikan pekerjaan sesuai perencanaan, tepat waktu dan tepat mutu.
“Kita melalui tahapan-tahapan dengan sangat hati-hati. Kita juga minta pendampingan dari Kejaksaan Negeri Temanggung dalam rangka menyempurnakan semua proses administrasinya. Harapannya ketika pembangunan berjalan tidak ada kendala di perjalanan,” jelas Agus.
Selain pembangunan fisik, peningkatan kapasitas fasilitas juga akan diikuti dengan penguatan sumber daya manusia.
Pemkab bersama RSUD terus meningkatkan kompetensi dokter dan tenaga kesehatan, termasuk melalui pendidikan lanjutan.
Agus mengatakan, penambahan fasilitas harus berjalan beriringan dengan kesiapan tenaga medis.
Dengan begitu, gedung baru yang dibangun dengan anggaran besar tersebut, benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan.
“Karena akan menambah fasilitas, pasti akan menambah sumber daya manusianya. RSUD sudah menyiapkan banyak dokter spesialis dan terus meningkatkan sumber daya manusianya,” ungkapnya.
Agus berharap, pembangunan gedung poliklinik tidak hanya memperkuat layanan bagi warga Temanggung, tetapi juga masyarakat dari daerah sekitar.
Setelah rampung akhir 2027, gedung baru itu diharapkan menjadi salah satu penopang utama RSUD Kabupaten Temanggung dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih mudah, cepat, nyaman, dan berkualitas.
“Pastinya ini akan menambah fasilitas-fasilitas pelayanan masyarakat yang sekarang sudah ada. Ini sebagai penyempurna. Setelah terbangunnya ini masyarakat bisa dimudahkan dalam menerima layanan kesehatan,” tambah Agus.
Sementara Direktur RSUD Kabupaten Temanggung dr Tetty Kurniawati mengatakan, pembangunan gedung poliklinik baru dilakukan karena jumlah kunjungan pasien terus meningkat. Di sisi lain, layanan spesialistik dan subspesialistik di RSUD juga semakin berkembang.
Kondisi itu, menurut Tetty, menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Temanggung. Karenanya, rumah sakit membutuhkan fasilitas yang lebih representatif untuk mengimbangi perkembangan pelayanan.
“Pembangunan poliklinik ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah kunjungan pasien serta bertambahnya layanan spesialistik maupun subspesialistik yang ada di RSUD,” ujarnya.
Gedung baru tersebut dirancang dengan delapan lantai dan satu basement. Luas bangunan mencapai sekitar 14.000 meter persegi, dengan berbagai fasilitas pelayanan dan penunjang kesehatan yang terintegrasi.
Selain ruang pemeriksaan dokter, gedung tersebut nantinya dilengkapi laboratorium, radiologi, fisioterapi, serta fasilitas lainnya.
“Di sana nanti tidak hanya tempat periksa, tapi juga kami hadirkan laboratorium, radiologi, fisioterapi, dan layanan lainnya dalam satu gedung,” kata Tetty.
Dengan konsep tersebut, pelayanan spesialistik maupun subspesialistik diharapkan dapat dilakukan secara lebih terpadu.
Masyarakat juga tidak perlu berpindah-pindah gedung untuk mendapatkan layanan maupun pemeriksaan penunjang.
Tetty menyebut, dari sisi pembiayaan, proyek pembangunan gedung poliklinik tersebut memiliki pagu anggaran Rp165 miliar. Namun, nilai kontrak pembangunan sebesar Rp155 miliar.
Tetty mengatakan, pembiayaan proyek dapat direalisasikan setelah Pemkab Temanggung menyiapkan dana cadangan yang bersumber dari akumulasi Silpa. Sekitar Rp130 miliar dana cadangan dibentuk pada 2024 dan 2025.
“Dengan dana cadangan ini, kami bisa mewujudkan impian kami untuk memiliki gedung poliklinik yang representatif,” tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo