Festival Lembutan Bansari 2026 ke-7 Angkat Produk Unggulan Warga Lereng Sindoro Sumbing

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 15:19 WIB
Bupati Temanggung Agus Setyawan memukul gong menandai dibukanya Festival Lembutan Bansari ke- di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Sabtu (8/8/20265). (Jihan Zalfatul Nur
Bupati Temanggung Agus Setyawan memukul gong menandai dibukanya Festival Lembutan Bansari ke- di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Sabtu (8/8/20265). (Jihan Zalfatul Nur'aini/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, TemanggungFestival Lembutan Bansari resmi dibuka oleh Bupati Temanggung Agus Setyawan, Sabtu (8/8/2026) di Desa Gentingsari.

Kali ini festival tahunan yang berlangsung 3 hari (8-10/8/2026) tersebut mengusung tema "Udaya Sata Samriddhi".

Acara berlangsung semarak. Ribuan warga memadati sepanjang rute arak-arakan dari Tugu Lilin menuju panggung utama.

Festival yang memasuki tahun ketujuh ini dibuka dengan kirab tujuh tumpeng sebagai simbol umbul dongo (doa bersama), diiringi kirab cacak atau alat perajang tembakau tradisional.

Peserta kirab tampil mengenakan pakaian adat Jawa, termasuk jajaran Pemkab Temanggung yang hadir dalam prosesi tersebut.

Baca Juga: Sedekah Ramadan Bagikan Ribuan Bungkus Kopi dan Tembakau Lembutan pada Pemudik: Promosikan Produk Khas Temanggung

Bupati Agus Setyawan menyampaikan bahwa festival ini semakin tahun semakin meriah dan representatif bagi masyarakat. 

"Harapan terkait festival ini semakin mendunia dan menjadi salah satu alternatif penjualan. Festival tembakau sudah menjadi dasar kita untuk bisa melebarkan pasar tembakau tidak hanya untuk pabrikan tapi ke user langsung, costumer berupa tembakau lembutan," ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat Temanggung, baik di dalam maupun luar daerah, untuk berbondong-bondong hadir memeriahkan festival yang dinilainya sebagai bentuk budaya dan harga diri masyarakat Temanggung.

Ketua pelaksana, Yoga Listiawan menjelaskan festival ini bertujuan mengangkat produk unggulan warga lereng Sindoro-Sumbing, khususnya tembakau.

Mengingat mayoritas masyarakat Temanggung bekerja sebagai petani tembakau. Festival digelar setiap tahun dengan lokasi berpindah-pindah.

Tahun ini melibatkan 13 desa bersama pemerintah daerah dan kecamatan. Sebagai puncak acara, penampilan Hasan Aftershine akan digelar pada hari terakhir (10/8/2026).

Ia menambahkan, kirab dan gunungan bermakna sebagai rasa syukur sekaligus upaya menjaga adat istiadat Bansari.

"Harapannya pemerintah bisa mengamati dan memberikan ruang bagi para petani tembakau lembutan agar bisa dipasarkan ke seluruh pabrik di Indonesia maupun untuk produk ekspor," katanya. (mg2/mg4)

Editor : Lis Retno Wibowo
Festival lembutan Bansari angkat produk tembakau Bupati Temanggung Agus Setyawan