PKB Pasang Target Dua Kursi DPR RI, Kaderisasi Jadi Mesin Pemenangan

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 22:51 WIB
Gus Abdullah memberikan arahan kepada peserta PKPB di Kranggan, Temanggung, Jumat (7/8/2026) sore. (Istimewa)
Gus Abdullah memberikan arahan kepada peserta PKPB di Kranggan, Temanggung, Jumat (7/8/2026) sore. (Istimewa)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai memanaskan mesin politik menghadapi Pemilu 2029. 

Target dua kursi DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) yang meliputi Temanggung, Wonosobo, Magelang, dan Purworejo dipasang.

Yakni melalui kaderisasi yang menjadi salah satu strategi utama untuk mendongkrak perolehan suara.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah, mengatakan target tersebut bukan tanpa perhitungan.

Baca Juga: Gus Abdullah Gagas Skema Ekonomi Mandiri untuk Guru PAUD dan TPQ

Pada Pemilu sebelumnya, PKB disebut hanya membutuhkan tambahan beberapa ribu suara untuk mengamankan kursi kedua.

“Target dua kursi itu kemarin kurang sekitar 2.300 suara. Kalau dikonversikan untuk dua kursi, kurang lebih kita membutuhkan tambahan sekitar 3.600 suara,” ujarnya.

Gus Abduh-sapaan akrab Abdullah, menyebut, tantangan untuk merealisasikan target tersebut cukup besar.

Salah satunya praktik politik uang yang dinilai masih menjadi persoalan dalam kontestasi elektoral. 

Karena itu, PKB tidak mengandalkan kekuatan finansial. Melainkan, memperkuat struktur dan ideologi kader.

“Kita punya kekuatan ideologi yang memang harus kita pegang. Karakteristik kader yang solid, punya karakter dan ideologi Aswaja harus dikonsolidasikan,” katanya usai pembukaan pendidikan kader penggerak bangsa (PKPB) di Ponpes Ash-Shofwah Al Hidayah, Kranggan, Temanggung, Jumat (7/8/2026).

Gus Abduh menilai, kaderisasi menjadi modal penting PKB.

Lantaran basis partai banyak bertumpu pada masyarakat akar rumput dan lingkungan pesantren.

Kader tidak hanya diberikan pemahaman mengenai kepartaian, tetapi juga dipersiapkan menjadi penggerak di tengah masyarakat.

Ia menyebut, kaderisasi diharapkan mampu melahirkan kader militan yang dapat menjadi mesin politik hingga tingkat bawah.

Kader nantinya juga diarahkan untuk terlibat dalam kerja-kerja pemenangan.

Termasuk penguatan jaringan dan pengawalan suara di tempat pemungutan suara (TPS).

“Kerja-kerja partai lain yang tidak punya, kita punya. Kita hanya punya kader, pemikiran, ideologi dan ilmu yang diturunkan para kiai,” tegasnya.

Gus Abduh mengatakan, konsolidasi kader harus dilakukan sejak sekarang.

 Itu supaya kader tidak baru bergerak menjelang pemilu.

Dengan jaringan kader yang semakin kuat, ia optimistis target dua kursi DPR RI pada Pemilu 2029 dapat diwujudkan.

“Kader-kader PKB ini ke depan bukan hanya milik saya sendiri. Siapa pun yang maju harus bisa memanfaatkan jaringan kader ini. Tugas saya memfasilitasi bagaimana kader-kader ini semakin banyak,” ujarnya.

Tak hanya itu, politisi PKB ini juga membuka peluang bagi tokoh-tokoh lain untuk maju sebagai calon anggota DPR RI melalui PKB pada Pemilu 2029.

Menurutnya, semakin banyak tokoh yang tampil justru dapat memperkuat kerja politik partai selama mampu dikonsolidasikan dengan baik.

“Kami berharap banyak tokoh yang akan mencalonkan diri. Saya mempersilakan semuanya. Bahkan kalau saya nomor satu pun tidak ada masalah,” katanya.

Terlebih, wilayah dapil Temanggung, Wonosobo, Purworejo, dan Magelang, masih memiliki ceruk suara PKB yang besar.

Karena itu, kaderisasi dinilai menjadi pekerjaan penting untuk mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan elektoral.

“Kita ingin kader-kader ini bisa dikelola dengan baik zonasinya dan dimanfaatkan untuk kepentingan partai.

Harapannya, pada 2029 PKB bisa kembali meraih dua kursi,” tandas Gus Abdullah. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
Pemilu 2029 target kursi Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB) abdullah kaderisasi