RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pemerintah Kabupaten Temanggung menyiapkan tambahan lahan seluas 2,5 hektare untuk mendukung pengembangan Sekolah Rakyat.
Penambahan lahan dilakukan menyusul rencana peningkatan kapasitas peserta didik. Diproyeksikan mencapai dua kali lipat dibandingkan rencana awal.
Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung Tri Winarno mengatakan, secara administratif persiapan pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Temanggung, terus berjalan.
Ditargetkan proyek ini dimulai pada Oktober 2026. Hal itu sebagai bagian dari batch ketiga program nasional tersebut.
Baca Juga: MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi Wonosobo Dimulai, Harapan Baru bagi 330 Siswa
"Aturan-aturannya (administratif) sudah clear, sekarang tinggal menunggu proses penandatanganan. Insyaallah Temanggung tetap masuk batch ketiga dan mulai berjalan Oktober nanti," katanya Rabu (5/8/2026).
Semula, kapasitas Sekolah Rakyat dirancang menampung 1.080 siswa. Namun dari informasi terbaru, kapasitas tersebut diproyeksikan meningkat menjadi 2.160 siswa. Jenjang sekolah dimulai dari SD hingga SMA.
Peningkatan kapasitas itu membuat kebutuhan lahan ikut bertambah. Lahan yang saat ini dimiliki Pemkab Temanggung seluas 5 hektare, dinilai belum mencukupi apabila seluruh bangunan dipaksakan bertingkat hingga empat lantai.
"Kita sedang mengajukan tambahan lahan sekitar 2,5 hektare milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang lokasinya persis di sebelah lahan yang sudah kita miliki.
Kalau nanti disetujui total lahannya menjadi 7,5 hektare sehingga pembangunan cukup dua lantai.
Dari sisi keselamatan tentu lebih baik (dua lantai) dibanding harus membuat bangunan empat lantai," jelas Tri Winarno.
Adapun usulan penambahan lahan, muncul setelah adanya arahan dari Gubernur Jawa Tengah.
Ketika itu menawarkan pemanfaatan aset milik Pemprov apabila diperlukan untuk mendukung pembangunan Sekolah Rakyat di Temanggung.
Selain menyiapkan lokasi permanen, Pemkab juga telah menyiapkan solusi sementara bagi calon peserta didik angkatan pertama.
Winarno menyebut, sebanyak 60 siswa yang telah lolos seleksi, sementara mengikuti kegiatan belajar di Kabupaten Wonosobo.
Lama waktu penitipan hingga gedung sekolah rakyat di Temanggung siap digunakan.
Sementara untuk mekanisme penerimaan peserta didik, Winarno menyebut, pada tahap awal program masih akan memprioritaskan keluarga dari kelompok desil 1 hingga desil 5. Itu sesuai ketentuan pemerintah pusat.
"Untuk sementara tetap diprioritaskan desil 1 sampai 5. Ke depan tentu menyesuaikan kebijakan pemerintah dan perkembangan program," ujarnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo