RADARMAGELANG.ID, Wonosobo– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo bergerak cepat meminimalisasi potensi sengketa dan konflik dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026.
Melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD), Pemkab menggembleng seluruh panitia melalui pembekalan regulasi dan tata cara pelaksanaan di Gedung Korpri Wonosobo, Selasa (4/8/2026).
Langkah pembekalan teknis ini difokuskan pada penguatan pemahaman hukum panitia, mulai dari syarat pencalonan, kewenangan, hingga tata cara penetapan hasil suara agar tidak memicu persoalan hukum di kemudian hari.
Baca Juga: Landasan Hukum Rampung, 166 Desa di Wonosobo Bersiap Gelar Pilkades Serentak 2026
Kepala Dinsos PMD Wonosobo Harti mengungkapkan, perbedaan penafsiran aturan di tingkat bawah sering menjadi pemicu kerawanan pilkades.
Karena itu, penyamaan persepsi mengenai batas kewenangan panitia menjadi benteng utama pencegahan konflik.
"Santiaji ini memastikan seluruh penyelenggara memiliki pemahaman yang sama mengenai tugas, kewenangan, dan batasan regulasi. Panitia harus bekerja profesional, independen, dan terhindar dari konflik kepentingan," tegas Harti.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengingatkan bahwa ketegasan panitia dalam mengawal aturan menjadi kunci legitimasi kepala desa terpilih.
Menurutnya, pilkades memiliki dampak langsung yang sangat terasa di masyarakat, sehingga setiap tahapan teknis harus berjalan transparan.
"Jangan sampai ada prosedur yang dilanggar yang bisa mencederai kepercayaan publik. Seluruh tahapan harus jujur dan adil agar menghasilkan pemimpin desa yang benar-benar mendapat legitimasi penuh dari warga," ujar Afif.
Selain kepastian hukum, Pemkab Wonosobo juga mengantisipasi pembelahan sosial akibat kontestasi di tingkat desa.
Bupati meminta seluruh pihak menjaga kondusivitas wilayah agar perbedaan dukungan politik tidak mengganggu tatanan kemasyarakatan.
"Perbedaan pilihan itu wajar, tetapi jangan sampai merusak harmoni sosial. Demokrasi di tingkat desa harus menghadirkan kesejukan dan memperkuat persatuan," tambahnya.
Melalui penguatan kapasitas teknis panitia dan komitmen menjaga stabilitas ini, Pemkab Wonosobo optimistis seluruh tahapan Pilkades 2026 dapat berlangsung tertib, aman, dan akuntabel. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo