RADARMAGELANG.ID, Temanggung– Pemerintah Kabupaten Temanggung terus mendorong masuknya investasi di sektor pertanian, melalui pola kemitraan antara perusahaan dan petani.
Hal tersebut salah satunya diwujudkan melalui kerja sama produksi benih kacang panjang, antara PT Known You Seed Indonesia dengan petani di Kabupaten Temanggung.
Kepala DPMPTSP Temanggung Agus Munadi mengatakan, kemitraan tersebut menjadi contoh investasi yang tidak hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan. Melainkan juga berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani.
"Meski baru berjalan satu tahun dan harapannya bisa terus dikembangkan," katanya Senin (3/8/2026).
Investasi melalui pola kemitraan memberikan banyak manfaat bagi petani. Selain memperoleh pendampingan teknologi budidaya, petani juga mendapatkan kepastian pasar dan harga jual hasil panen.
Baca Juga: Gubernur Luthfi Jajaki Kemitraan Strategis dengan Iran, Bidik Investasi hingga Alih Teknologi
Agus Munadi menjelaskan, dalam kerja sama ini perusahaan membeli hasil panen petani.
Itu berupa bahan baku benih kacang panjang dengan harga kontrak Rp4.000 per kilogram.
Harga tersebut tetap berlaku manakala harga komoditas di pasar mengalami penurunan hingga sekitar Rp1.000 per kilogram.
"Melalui kemitraan ini ada transfer informasi dan teknologi kepada petani. Penghasilam petani bertambah karena hasil panennya memiliki kepastian pasar. Walaupun harga pasar turun, perusahaan tetap membeli sesuai kontrak," ujarnya.
Agus menegaskan, DPMPTSP akan terus memberikan kemudahan perizinan bagi investor yang ingin mengembangkan usaha di Temanggung.
Langkah tersebut diharapkan dapat menarik lebih banyak perusahaan untuk bermitra dengan petani lokal.
"Ini menjadi salah satu upaya membuka peluang investasi di Temanggung. Kami ingin perusahaan yang masuk tidak hanya memperoleh keuntungan usaha, tetapi juga memberikan kemaslahatan bagi masyarakat," katanya.
Sementara itu, Teknisi Produksi PT Known You Seed Indonesia, Ahmad Fauzi mengatakan, saat ini perusahaan telah menggandeng sembilan petani di Temanggung sebagai mitra produksi benih kacang panjang.
Selama satu tahun berjalan, para mitra telah melaksanakan panen sebanyak 13 kali.
"Setiap panen hasilnya berbeda-beda. Ada yang memperoleh 63 kilogram, satu kuintal, bahkan ada yang hampir dua kuintal. Kami berharap ke depan semakin banyak petani yang bergabung dalam kemitraan ini," ujarnya.
Fauzi menjelaskan, potensi pengembangan komoditas kacang panjang cukup besar. Lantaran masa tanam hingga panen relatif singkat, sekitar 3 bulan.
"Karena yang kami ambil itu biji kacang panjangnya. Jadi memang berbeda dengan yang disayur itu. Ini lebih singkat," jelasnya.
Salah seorang petani mitra, Sudiyaman, 55, mengaku merasakan manfaat dari program ini.
Dengan lahan 1.500 tanaman, ia pernah menghasilkan sekitar lima kuintal dalam satu musim tanam. Namun, produksi tahun ini menurun akibat serangan tikus.
"Manfaatnya ya dapat jaminan harga. Ada pendampingan budidaya juga. Cuma sekarang produksinya menurun karena hama tikus," akunya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo