RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Sebanyak 100 SD negeri di Kabupaten Temanggung menjadi pilot project Sekolah Kalih Ngaji.
Program ini upaya memperkuat kemampuan baca tulis Alquran serta pendidikan agama bagi siswa.
Program kolaborasi pemerintah daerah dengan Baznas Temanggung ini resmi diluncurkan di Graha Bhumi Phala, Rabu (29/7/2026).
"Ini launching Sekolah Kalih Ngaji dari Pemerintah Kabupaten Temanggung bekerja sama dengan Baznas. Karena keterbatasan dana, kita menggandeng Baznas untuk membiayai program ini. Dari lebih dari 400 SD negeri, baru 100 sekolah yang bisa kita fasilitasi sebagai pilot project," ungkap Bupati Temanggung Agus Setyawan.
Secara bertahap, seluruh SD negeri di Kabupaten Temanggung akan memperoleh fasilitas serupa.
Agus menegaskan, program tersebut bukan untuk menggantikan mata pelajaran agama yang sudah ada di sekolah. Melainkan, sebagai penguatan kemampuan membaca, menulis, hingga memahami Alquran bagi siswa muslim.
"Ini untuk mempertebal pendidikan agama. Guru agama sudah ada, tetapi program ini lebih spesifik pada baca tulis Alquran," ujarnya.
Adapun pelaksanaan program, tetap menghormati keberagaman peserta didik di sekolah.
Setiap sekolah akan mengatur mekanisme pelaksanaan agar tetap menjaga kerukunan antarsiswa yang memiliki keyakinan berbeda.
"Kita tetap menghormati semua warga yang berkeyakinan lain. Nanti sekolah akan mengatur polanya sehingga keharmonisan tetap terjaga," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung Djoko Prasetyono menjelaskan, program akan berlangsung selama satu tahun. Itu sebagai tahap uji coba sebelum dilakukan evaluasi.
Pelaksanaan pembelajaran disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. yaoni dapat dilakukan pada pagi hari pukul 06.30–07.30 WIB atau setelah kegiatan belajar mengajar pukul 11.00–12.30 WIB.
"Tahun ini pilot project dulu. Setelah dievaluasi, harapannya seluruh 435 SD negeri nantinya bisa menjalankan program yang sama," jelasnya.
Djoko mengatakan, Baznas memberikan dukungan sebesar Rp500 ribu per bulan untuk setiap guru ngaji di masing-masing sekolah.
Guru pengajar dalam program tersebut bukan berasal dari rekrutmen baru.
Melainkan, memanfaatkan tenaga pengajar dari TPQ atau masjid yang berada di sekitar sekolah agar terjalin sinergi dengan masyarakat.
"Guru-gurunya berasal dari TPQ di sekitar sekolah. Jadi kita memberdayakan lingkungan sekitar agar penyelenggaraan pendidikan keagamaan berjalan baik," ujarnya.
Program ini menargetkan seluruh siswa muslim mampu membaca dan menulis Alquran dengan baik.
Selain itu, saat lulus sekolah dasar diharapkan para siswa telah menghafal Juz Amma. Itu sekaligus memahami makna dasar dari ayat-ayat yang dipelajari.
Ketua Baznas Temanggung Mansur Asnawi mengatakan, dukungan terhadap program merupakan bentuk komitmen Baznas dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Itu sekaligus membentuk generasi yang saleh, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Semoga kolaborasi ini menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat. Serta mampu melahirkan generasi muda Temanggung yang kuat dalam pendidikan umum maupun pendidikan agama,” tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo