RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Temanggung kembali menggelar Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) Palang Merah Remaja (PMR) setelah sempat vakum selama 21 tahun.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (28/7/2026) ini mendapat sambutan antusias dari sekolah-sekolah di Kabupaten Temanggung. Sebanyak 60 sekolah negeri dan swasta mengikuti kegiatan ini.
Bupati Temanggung Agus Setyawan mengatakan, Jumbara menjadi wadah untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta semangat kerelawanan kepada parapelajar sejak usia dini.
"Setelah 21 tahun tidak dilaksanakan, alhamdulillah Jumbara PMR PMI kembali digelar pada 2026 dan mendapat apresiasi luar biasa dari sekolah-sekolah, baik tingkat SD, SMP, maupun SMA. Sekolah negeri dan swasta ikut berpartisipasi, jumlahnya sekitar 60 sekolah," katanya usai pembukaan Jumbara di SMPN 2 Temanggung.
Melalui kegiatan ini, pelajar tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang PMI dan PMR. Namun juga dibekali nilai-nilai kemanusiaan.
Itu diharapkan mampu membentuk karakter peduli terhadap sesama dan lingkungan.
"Kami ingin menanamkan jiwa kerelawanan dan kemanusiaan sehingga anak-anak memiliki kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar sejak dini," ujarnya.
Agus menambahkan, Jumbara juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpelajar dari 20 kecamatan di Kabupaten Temanggung.
"Melalui kegiatan ini mereka saling mengenal, saling menyayangi, mencintai diri sendiri, mencintai teman, lingkungan, dan pada akhirnya mencintai Temanggung. Jika sudah mencintai daerahnya, mereka akan memiliki empati dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama," katanya.
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Temanggung Bambang Dewantoro mengatakan, penyelenggaraan Jumbara merupakan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda agar terhindar dari berbagai perilaku negatif.
"PMI bersama pemerintah daerah memiliki tujuanyang sama, yaitu membangun kepedulian anak-anak sejak dini. Harapannya, gerakan ini dapat membantu menekan penyalahgunaan narkoba dan berbagai persoalan sosial lainnya," ujarnya.
Ia mengungkapkan, dalam rangkaian kegiatan Jumbara juga akan digelar talk show dengan tema pencegahan narkoba dan isu-isu sosial di kalangan remaja.
PMI juga mendorong penguatan kapasitas tim kesehatan di sekolah melalui kegiatan praktik, bukan sekadar teori.
"Jangan hanya sebatas nama atau teori di kelas. Anak-anak perlu dibiasakan melakukan kegiatan nyata sehingga nantinya terbentuk tim-tim kesehatan yang aktif di sekolah-sekolah," kata Bambang.
Ia berharap, Jumbara yang kembali digelar setelah dua dekade lebih vakum ini menjadi momentum kebangkitan PMR di seluruh sekolah di KabupatenTemanggung. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo