Investasi di Temanggung Serap 14.381 Tenaga Kerja, UMKM Ikut Gerakkan Ekonomi

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 17:28 WIB
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Temanggung, Agus Munadi. (Dok Jawa Pos Radar Magelang)
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Temanggung, Agus Munadi. (Dok Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Masuknya investasi ke Kabupaten Temanggung tidak hanya meningkatkan nilai penanaman modal. Melainkan juga membuka ribuan lapangan kerja. 

Hingga Juli 2026, realisasi investasi di Temanggung telah menyerap 14.381 tenaga kerja. Itu dari 6.521 proyek yang tersebar di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Temanggung, Agus Munadi mengatakan, investasi yang masuk tidak hanya berasal dari perusahaan besar.

Namun juga didorong oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terus berkembang.

"Dari pelaksanaan investasi ini mampu menyerap 14.381 tenaga kerja. Proyek-proyek tersebut tersebar di desa maupun kota sehingga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar," katanya Senin (27/7/2026).

Baca Juga: Genjot Daya Tarik Investasi, Pemkab Temanggung Optimalkan Kawasan Peruntukan Industri 900 Hektare di Kranggan Pringsurat

Menurut Agus, investasi yang tumbuh di berbagai sektor turut menggerakkan roda perekonomian lokal.

Selain membuka lapangan pekerjaan, aktivitas usaha juga menciptakan peluang pendapatan bagi keluarga. Termasuk melalui usaha mandiri dan UMKM.

"Ketika ada kegiatan usaha di suatu wilayah, kebutuhan tenaga kerja biasanya diambil dari masyarakat sekitar sehingga lebih efisien dan memberikan dampak ekonomi secara langsung," ujarnya.

Berdasarkan data DPMPTSP, hingga semester I tahun 2026 realisasi investasi mencapai Rp968,9 miliar dengan 6.059 proyek dan menyerap 13.402 tenaga kerja.

Angka tersebut terus meningkat hingga menjadi lebih dari Rp1,03 triliun. Yakni dengan jumlah proyek bertambah menjadi 6.521 serta penyerapan tenaga kerja mencapai 14.381 orang.

Untuk menjaga tren tersebut, DPMPTSP terus melakukan berbagai inovasi pelayanan.

Salah satunya melalui program Jemput Bola (Jempol Bos) yang mendekatkan layanan perizinan kepada masyarakat.

Lalu ada inovasi Gampil yang memberikan pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan perizinan bagi pelaku usaha.

Selain mempermudah perizinan, DPMPTSP juga mendorong kemitraan antara investor dengan masyarakat. Beberapa perusahaan telah menjalin kerja sama dengan pelaku UMKM maupun petani, termasuk dalam sektor pertanian dan pengelolaan limbah.

"Harapannya investasi tidak hanya dinikmati perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pola kemitraan yang saling menguntungkan," jelas Agus.

Upaya memperluas basis investasi juga dilakukan melalui edukasi kepada calon pelaku usaha. DPMPTSP menggandeng pemerintah kecamatan, desa, hingga mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk memberikan sosialisasi mengenai pentingnya legalitas usaha melalui kepemilikan NIB.

Agus optimistis target investasi Kabupaten Temanggung tahun 2026 sebesar Rp2,159 triliun masih dapat tercapai, meskipun kondisi ekonomi global masih penuh tantangan.

"Kami akan terus mengoptimalkan pelayanan dan pendampingan kepada investor maupun pelaku usaha agar target investasi tahun ini bisa tercapai, bahkan kalau memungkinkan dapat melampaui target," tandas Agus Munadi. (dev/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
investasi temanggung serap tenaga kerja investor jempol bos agus munadi