Atasi Kekeringan Jangka Panjang, BPBD Temanggung Usulkan Program Pipanisasi dari Mata Air

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 15:14 WIB
Warga menerima penyaluran air bersih dari BPBD Temanggung di Dusun Gentan, Desa Gentan, Kranggan. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)
Warga menerima penyaluran air bersih dari BPBD Temanggung di Dusun Gentan, Desa Gentan, Kranggan. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung menyiapkan solusi jangka panjang soal kekeringan.

Yakni dengan pembangunan jaringan pipanisasi dari sumber mata air. Usulan akan disampaikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kepala Pelaksana BPBD Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, usulan tersebut muncul dari warga Dusun Gentan, Desa Gentan, Kecamatan Kranggan, yang mengalami kekeringan.

Nantinya akan dilakukan survei oleh petugas BPBD untuk tindak lanjut usulan tersebut.

Baca Juga: Dua Pekan Dilanda Kekeringan, Ratusan Keluarga di Desa Gentan Temanggung Bergantung Bantuan Air Bersih

Apabila hasil survei menunjukkan sumber mata air memiliki debit yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, selanjutnya akan diusulkan ke BNPB.

"Kalau memang ada sumber air yang nanti kami survei dan debitnya mencukupi, akan kami usulkan ke BNPB untuk program pipanisasi, tentunya dengan arahan Bapak Bupati," katanya Minggu (26/7/2026).

Menurut Totok, soal pipanisasi serupa telah dilaksanakan BNPB di Kabupaten Magelang.

Program itu dinilai dapat menjadi solusi permanen dibandingkan penyaluran air bersih yang hanya bersifat sementara.

"Beliau (kepala BNPB) waktu lalu meresmikan pipanisasi di Magelang. Mudah-mudahan nanti Temanggung juga bisa mengusulkan program yang sama," ujarnya.

Saat ini BPBD masih mengandalkan distribusi air bersih sebagai langkah penanganan darurat.

Desa Gentan, Kecamatan Kranggan, menjadi wilayah pertama yang mengajukan bantuan pada musim kemarau tahun ini. "Baru Desa Gentan yang mengajukan permohonan. Kami sudah melakukan assessment dan memang ada beberapa sumber air yang mulai kering," jelas Totok.

BPBD memastikan, bantuan air bersih akan terus disalurkan selama masyarakat masih membutuhkan.

Sebanyak 300 tangki air bersih telah disiapkan BPBD untuk menghadapi musim kemarau. Selain itu, terdapat dukungan PMI, Dinas Sosial melalui Tagana, serta bantuan CSR.

"Kami menyiapkan 300 tangki air bersih. Nanti penyalurannya juga didukung PMI, Tagana, maupun CSR," jelas Totok.

Berdasarkan pemetaan BPBD, terdapat 12 kecamatan di Kabupaten Temanggung yang memiliki potensi mengalami kekeringan setiap musim kemarau.

Sejak April lalu, BPBD telah meminta pemerintah desa melaporkan lebih awal apabila mulai mengalami krisis air bersih. Supaya penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

"Data kami ada 12 kecamatan yang berpotensi kekeringan. Karena itu kami sudah mengirim surat ke desa-desa agar segera melapor apabila mulai terjadi kekurangan air," ujarnya.

Kendati demikian, hingga kini belum ada desa yang mengajukan pembangunan pipanisasi sebagai solusi permanen.

"Untuk usulan pipanisasi sampai saat ini memang belum ada. Nanti akan kami kaji bersama apabila ada potensi sumber air yang bisa dimanfaatkan," tandas Totok. (dev/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
desa gentan atasi kekeringan pipanisasi BPBD Temanggung