Dua Pekan Dilanda Kekeringan, Ratusan Keluarga di Desa Gentan Temanggung Bergantung Bantuan Air Bersih

Devi Khofifatur Rizqi • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 07:35 WIB
Warga Dusun Gentan, Desa Gentan, Kecamatan Kranggan, Temanggung mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Temanggung, Jumat (24/7/2026). Sebelumnya warga harus ngangsu air ke desa sebelah. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)
Warga Dusun Gentan, Desa Gentan, Kecamatan Kranggan, Temanggung mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Kabupaten Temanggung, Jumat (24/7/2026). Sebelumnya warga harus ngangsu air ke desa sebelah. (Devi Khofifatur Rizqi/Jawa Pos Radar Magelang)

 

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Gentan, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung, mengalami kesulitan air bersih. Itu akibat musim kemarau yang telah berlangsung sekitar dua pekan terakhir. 

 

Warga terpaksa mengambil air dari dusun lain. Bahkan, hingga ngangsu (mengambil air) ke sungai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Gentan, Rusmanan, mengatakan, krisis air bersih mulai dirasakan warga desanya sejak dua minggu lalu. Kondisi tersebut menjadi persoalan yang hampir selalu terjadi setiap musim kemarau.

 

"Kurang lebih sudah dua mingguan. Ini memang sudah menjadi acara rutin tahunan saat musim kemarau," katanya kepada wartawan, Jumat (24/7/2026) sore.

 

Warga yang kesulitan mendapatkan air harus mengambil air dari Dusun Setro, maupun dusun lain, termasuk aliran sungai yang berada di sekitar desa. Jarak yang ditempuh mencapai sekitar satu kilometer.

 

"Ada yang mengambil ke Setro, ke dusun lain, dan ke kali. Jaraknya sekitar setengah sampai satu kilometer," ujar Rusmanan.

Air yang diperoleh digunakan untuk memenuhi seluruh kebutuhan rumah tangga. Mulai dari memasak, minum, hingga mandi dan mencuci. "Untuk kebutuhan minum, makan, dan kebutuhan lainnya semuanya menggunakan air itu," imbuhnya.

 

Krisis air bersih ini berdampak pada sedikitnya lima dusun di Desa Gentan. Yakni Dusun Gentan, Suruh, Sejarak, Kalimayung, dan Mudal. Di Dusun Gentan sendiri terdapat sekitar 40 KK yang terdampak. Sedangkan secara keseluruhan jumlahnya mencapai sekitar 100 KK.

 

"Kalau di Dusun Gentan sekitar 40 KK, sedangkan total yang terdampak di beberapa dusun kurang lebih 100 KK," jelas Rusmanan.

 

Rusmanan mengatakan, penyebab utama kekeringan adalah sumur warga yang mengering saat musim kemarau. Selama ini sebagian besar masyarakat di desanya, masih mengandalkan sumur sebagai sumber air bersih.

 

"Di sini mayoritas menggunakan sumur. Kalau kemarau, airnya habis. Tidak bisa mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

 

Rusmanan berharap, pemerintah dapat membantu pembangunan jaringan pipanisasi dari sumber mata air yang sebenarnya sudah tersedia. Meski debit mata air tersebut kecil dan belum mampu menjangkau permukiman warga.

 

"Sebenarnya mata air sudah ada, tetapi pipanisasinya belum sampai ke sini. Harapan kami ke depan ada bantuan untuk pengembangan jaringan air bersih agar setiap musim kemarau warga tidak terus mengalami kesulitan air," tandas Rusmanan.

 

Sementara Astuti, 56, salah satu warga mengaku, peristiwa kekeringan kerap terjadi di dusunnya saat musim kemarau. Bahkan, sejak ia kecil, kerap ngangsu air ke sungai. Jaraknya hingga 5 kilometer.

 

Saat ini, untuk mencuci pakaian, ia bersama warga dusun lainnya harus ke sungai. Lantaran air sumur di rumahnya mengering.

 

"Nek sakniki ten kali niku namung nyuci pakaian ngoten. Nek sing gadah lare sekolah mpun nyetok toyo. Bantuan saking BPBD niki nggih mangkih kangge masak terus minum (kalau sekarang ke sungai itu untik mencuci baku. Kalau yang punya anak sekolah sudah menampung air bisanya. Bantuan dari BPBD ini nanti digunakan untuk masak dan juga minum," aku Astuti.

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Temanggung menyalurkan air bersih pada desa tersebut, Jumat.

Menurut Rusmanan, distribusi bantuan air bersih dari berbagai pihak masih mampu mencukupi kebutuhan warga. Bantuan dikirim rata-rata setiap dua hari sekali. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
desa gentan ngangsu ke kali kekeringan kesulitan air bersih