Kretek Nasional Terancam! Petani Temanggung Tolak Standar Tar dan Nikotin yang Dinilai Tak Sesuai Karakter Lokal

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 13:15 WIB
Pekerja menata dan mengikat gulungan tembakau rajangan di sebuah gudang penyimpanan di Temanggung, Jawa Tengah, baru-baru ini. Kadar tar dan nikotin yang tinggi menjadi ciri khas tembakau Temanggung, namun kini justru terancam oleh rencana pembatasan kadar tar dan nikotin dalam aturan turunan PP Nomor 28 Tahun 2024.
Pekerja menata dan mengikat gulungan tembakau rajangan di sebuah gudang penyimpanan di Temanggung, Jawa Tengah, baru-baru ini. Kadar tar dan nikotin yang tinggi menjadi ciri khas tembakau Temanggung, namun kini justru terancam oleh rencana pembatasan kadar tar dan nikotin dalam aturan turunan PP Nomor 28 Tahun 2024.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung- Di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing, ada sentra tembakau unggulan yang menjadi salah satu mata pencaharian pokok masyarakat di wilayah tersebut.

Dijuluki "emas hijau" oleh warga Temanggung, karena mutu tembakaunya yang sudah diakui skala internasional.

Bahkan, harga pasarannya mampu tembus Rp1 juta per kilogram.

Tapi, justru karena keistimewaan tersebut, tembakau kebanggaan Temanggung kini masuk dalam pusaran ancaman pembatasan kadar tar dan nikotin rokok yang tengah disusun pemerintah pusat.

Aturan itu tercatat dalam turunan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2024 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Kesehatan, mematok batas maksimal nikotin 1 miligram dan tar 10 miligram per batang rokok.

Angka itu bagi para petani tembakau Temanggung, ibarat memaksa emas untuk berkadar tembaga.

Wakil Ketua II DPRD Temanggung Tunggul Purnomo menjelaskan, kadar nikotin tembakau Indonesia pada umumnya sudah berada di atas 3 persen.

Sementara tembakau Temanggung rata-rata memiliki kadar nikotin di atas 6 persen, bahkan jenis tertentu bisa menembus 10 persen.

Kadar tersebut justru yang membuat tembakau Temanggung dicari-cari pabrik rokok kretek sebagai "tembakau lauk", bahan pemberi rasa dan aroma yang tidak bisa digantikan tembakau daerah lain

“Kalau batas maksimal nikotin dipatok 1 miligram dan tar 10 miligram per batang, nyaris mustahil memenuhi standar tersebut. Yang justru diuntungkan adalah tembakau impor yang karakternya lebih mudah disesuaikan,” terang Tunggul.

Dinilai berpotensi melumpuhkan ekonomi jutaan warga, pemberlakuan aturan kadar tar nikotin ini mengundang penolakan dan aksi perlawanan dari petani tembakau Temanggung.

Ratusan petani tembakau dari berbagai sentra pertembakauan di Indonesia bertolak ke Jakarta pada Senin (20/7) malam untuk menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), keesokan harinya.

Koordinator aksi Yamuhadi menyebut, massa yang turun berjumlah 300 hingga 500 orang, gabungan dari Temanggung, Jawa Barat, Jawa Timur, Wonosobo, Klaten, Magelang, Boyolali, dan daerah sentra tembakau lain.

Massa direncanakan bertahan di Jakarta hingga diterima perwakilan Kemenko PMK, bahkan menyatakan siap bermalam di lokasi aksi jika kepastian pertemuan belum kunjung didapat.

Sementara itu, DPRD Temanggung membangun lobi politik langsung ke DPR RI.

Wakil ketua I DPRD Temanggung Muh Amin menyebut langkah itu sebagai bentuk komitmen dewan untuk terus berpihak pada petani tembakau yang hidupnya sangat bergantung pada sektor ini.

Fenomena kadar nikotin tinggi pada tembakau Temanggung merupakan hasil dari kombinasi unik geografi Temanggung.

Kabupaten yang terapit dua gunung, Sindoro dan Sumbing, ini punya lahan tembakau di ketinggian 600–1.600 meter di atas permukaan laut.

Semakin tinggi lokasi tanam, semakin panjang umur tanaman tembakau, dan semakin lama pula waktu daun mengakumulasi nikotin sebelum dipanen.

"Kadar nikotin tidak bisa diatur manusia, karena secara alami kadar tar nikotin tembakau produksi dari Temanggung sudah tinggi," terang salah satu petani tembakau Temanggung, Yuda Sudarmaji.

Kombinasi itulah yang melahirkan mutu tembakau super yang racikannya mampu memberi rasa dan aroma pada seratus kilogram tembakau biasa atau disebut "tembakau nasi".

Semakin tinggi kadar nikotin dan aromanya, semakin tinggi pula nilai jualnya.

Hasil panen tembakau Temanggung pun selama ini sudah menjadi bahan baku andalan pabrik rokok besar seperti PT Djarum dan Gudang Garam.

Realita tersebut yang dinilai berbenturan langsung dengan rencana pembatasan kadar tar dan nikotin yang seragam untuk seluruh produk tembakau nasional

Bagi warga Temanggung, tembakau bukan sekadar sumber penghidupan, melainkan juga identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.

Sejauh gelombang aksi berjalan, pemerintah pusat melalui Kemenko PMK belum memberikan keterangan resmi mengenai kelanjutan pembahasan aturan turunan PP Nomor 28 Tahun 2024 tersebut.

Sementara desakan dari Temanggung dan daerah sentra tembakau lain terus mengalir menjelang pengambilan keputusan final. (mg6/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
kadar tar dan nikotin kemenko pmk petani tembakau tembakau Temanggung menteri kesehatan