RADARAGELANG.ID, Temanggung - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Temanggung menggelar berbagai kegiatan untuk memeringati Hari Lahir (Harlah) PKB ke-28.
Rangkaian tidak hanya diisi agenda internal partai, tetapi juga melibatkan masyarakat. Itu melalui kegiatan sosial, olahraga, hingga pemberdayaan pelaku UMKM.
Ketua DPC PKB Temanggung, Muh Amin mengatakan, seluruh kegiatan di tingkat kabupaten telah selesai dilaksanakan.
Selanjutnya, jajaran pengurus akan mengikuti puncak peringatan Harlah PKB di JCC Jakarta pada 23 Juli. Diisi dengan pelantikan pengurus DPC PKB seluruh Indonesia dan resepsi harlah.
Baca Juga: PKB Konsolidasi hingga Tingkat Dusun, Target Rebut Kembali Dua Kursi DPR RI di Pemilu 2029
Dikatakan, kegiatan diawali dengan turnamen mini soccer yang mempertemukan empat tim pada Sabtu (18/7/2026).
Di antaranya DPC PKB Temanggung, PC GP Ansor Temanggung, Karang Taruna Kabupaten Temanggung, dan PMII Kabupaten Temanggung.
Dalam turnamen ini, tim GP Ansor keluar sebagai juara, sementara tim PKB harus tersingkir sejak babak penyisihan.
Selain olahraga, PKB juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Puskesmas Dharma Rini. Hal ini disambut antusias masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan gratis.
Agenda sosial lainnya berupa santunan anak yatim piatu di Panti Asuhan Darul Hadlonah Temanggung.
Lalu pada Minggu (19/7/2026) malam, DPC PKB menggelar mujahadah dan doa bersama.
Kemudian nonton bareng (nobar) final Piala Dunia di kawasan eks Stasiun Temanggung.
Kegiatan nobar melibatkan pelaku UMKM melalui penyediaan angkringan dan kuliner gratis di sekitar lokasi acara.
"Kami ingin kegiatan ini juga menghidupkan UMKM. Jadi masyarakat yang datang bisa menikmati pertandingan sekaligus makanan dan minuman dari pedagang lokal," ujarnya.
Muh Amin menegaskan, Harlah PKB tidak boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi penguat komitmen partai untuk terus hadir dan memberi manfaat bagi masyarakat.
"Momentum harlah ini bukan hanya menjadi acara seremonial, tetapi semakin meneguhkan bahwa dengan bertambahnya usia PKB. Maka kemanfaatannya untuk masyarakat juga harus semakin bertambah besar," tegasnya.
Selain itu, Harlah PKB juga menjadi momentum memperkuat konsolidasi internal kepengurusan baru, sekaligus konsolidasi kultural dengan Nahdlatul Ulama (NU) beserta banomnya serta dengan kelompok masyarakat lainya.
"Ini juga menjadi tonggak untuk terus memanaskan mesin politik, tidak hanya menjelang pemilu, tetapi setiap saat melalui kerja-kerja nyata di tengah masyarakat," tandas Muh Amin. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo