RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Pemerintah Kabupaten Temanggung menyiapkan langkah baru, untuk meningkatkan daya tarik sekolah dasar (SD) negeri yang mengalami kekurangan murid.
Salah satu upaya yang akan diterapkan yakni melibatkan guru ngaji di desa-desa untuk mengajar di SD. Melalui kegiatan mengaji sebelum jam pelajaran dimulai. Rencananya langkah baru tersebut akan dimulai tahun ini.
"Insyaallah kami mulai tahun ini. Kita bekerja sama dengan Baznas, Dinas Pendidikan, serta guru-guru ngaji di masing-masing desa," kata Bupati Temanggung Agus Setyawan, Minggu (19/7/202).
Program ini akan menjadi salah satu strategi untuk menjawab keresahan masyarakat. Sekaligus memperkuat pendidikan karakter di sekolah dasar.
Menurut Agus, guru ngaji akan diperbantukan di SD negeri untuk mengisi kegiatan pada jam nol atau sebelum proses belajar mengajar berlangsung.
Melalui program itu, siswa diharapkan dapat mengikuti pembelajaran membaca Alquran sejak dini tanpa mengganggu jam pelajaran utama.
Selain itu, program ini nantinya tetap menghormati keberagaman keyakinan. Namun, karena mayoritas masyarakat Temanggung beragama Islam, pendekatan tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Tanpa mengurangi rasa hormat terhadap pemeluk agama lain, karena mayoritas warga kita muslim, kami bekerja sama dengan guru ngaji di setiap SD agar pada jam nol anak-anak bisa melakukan kegiatan mengaji Alquran," ujarnya.
Selain menghadirkan guru ngaji, Pemkab Temanggung juga meminta sekolah lebih aktif memperkenalkan keunggulan masing-masing kepada calon peserta didik.
Agus mengakui selama ini masih ada sekolah yang kurang optimal melakukan pendekatan kepada lembaga pendidikan anak usia dini.
Karena itu, ia telah menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dindikpora) agar para guru melakukan pendekatan secara langsung kepada RA maupun TK di wilayah masing-masing.
"Guru harus lebih telaten melakukan personal approach maupun pendekatan ke RA dan TK untuk mengenalkan sekolah mereka kepada calon siswa," katanya.
Adapun evaluasi yang dilakukan Dindikpora mengenai temuan 35 SD negeri yang kekurangan siswa, perlu dibenahi agar SD negeri semakin diminati masyarakat. Berbagai program baru pun mulai disiapkan untuk mengisi kebutuhan tersebut.
"Melalui kombinasi peningkatan kualitas pendidikan, promosi sekolah, serta penguatan pendidikan karakter melalui program mengaji, Pemda berharap minat masyarakat menyekolahkan anak di SD negeri kembali meningkat. Sehingga persoalan minimnya jumlah murid dapat diatasi secara bertahap," tandas bupati. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo