RADARMAGELANG.ID. Temanggung- Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Temanggung memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, sejak hari pertama masuk sekolah. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 1 Temanggung.
Kepala BNN Kabupaten Temanggung, AKBP Sharlin Tjahaja Frimer Arie, mengatakan, edukasi anti narkoba sejak dini menjadi bagian dari kebijakan Kepala BNN RI dalam menyiapkan generasi emas Indonesia 2045.
"Hari ini (Kamis, Red) kami menjadi narasumber dalam kegiatan MPLS di SMA Negeri 1 Temanggung. Tujuannya memberikan edukasi sejak awal agar para siswa memiliki ketahanan diri terhadap bahaya narkoba," ujarnya Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: BNNK Temanggung Rehabilitasi 28 Pelajar Mahasiswa Tersangkut Penyalahgunaan Narkoba
Menurut Sharlin, siswa SMA merupakan kelompok usia yang perlu mendapat perhatian khusus karena menjadi generasi penerus bangsa.
Dengan pemahaman yang benar mengenai dampak narkoba, diharapkan mereka berani menolak apabila ditawari narkotika maupun obat-obatan terlarang.
Tak hanya itu, para pelajar harus menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah. Yakni dengan ikut mengedukasi teman-temannya mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.
"Kami ingin anak-anak menjadi agen perubahan di sekolahnya. Kalau mereka sudah memahami bahayanya, mereka akan berani mengatakan tidak terhadap narkoba," katanya.
Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN). Ini dikembangkan BNN bekerja sama dengan Dinas Pendidikan serta Koordinator Wilayah Pendidikan untuk jenjang SMA dan SMK.
Sharlin mengakui, peredaran narkoba kini dapat menyasar seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar.
Meski demikian, kasus di kalangan pelajar Temanggung masih relatif terbatas.
Ia menyebut, saat ini terdapat satu pelajar Temanggung yang menjalani rehabilitasi setelah mendapat penanganan dari Polda Jawa Timur melalui Polres Bangkalan.
"Ada satu anak didik dari Temanggung yang saat ini kami dampingi untuk rehabilitasi. Faktor lingkungan menjadi salah satu penyebabnya," ungkapnya.
Selain sosialisasi di sekolah, BNN Temanggung juga menjalankan berbagai program pencegahan lain.
Di antaranya pembentukan Sekolah Bersinar (Bersih Narkoba), pembentukan Saka Anti Narkotika, hingga inovasi Sindoro (Sinau Podomoro BNN).
Program itu mengajak sekolah berkunjung ke kantor BNN untuk mendapatkan edukasi secara langsung.
BNN juga memiliki program Sumbing (Disuluh dan Bimbing) yang berfokus mempererat komunikasi antara orang tua dan anak.
"Dari hasil asesmen kami, banyak anak yang terjerumus penyalahgunaan obat-obatan karena kurangnya komunikasi yang baik di dalam keluarga. Karena itu kami juga memperkuat edukasi kepada orang tua agar pengawasan terhadap anak semakin optimal," tandas Sharlin.
Sifa Nuraeni, salah satu siswa, mengaku, edukasi bahaya narkotika sangat penting. Terutama bagi dirinya kalangan pelajar. Ia berharap, remaja seangkatannya tidak menyalahgunakan obat-obatan terlarang.
"Jangan sampai kita sebagai generasi muda malah terjerumus di narkoba," tambahnya. (dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo